Menuju konten utama

Stasiun Jatake Dijadwalkan akan Beroperasi Akhir Januari 2026

Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mematangkan persiapan operasional Stasiun Jatake agar beroperasi dengan baik.

Stasiun Jatake Dijadwalkan akan Beroperasi Akhir Januari 2026
Foto udara rangkaian kereta rel listrik (KRL) Commuterline melintas di samping proyek pembangunan Stasiun Jatake, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (16/7/2025). Pembangunan stasiun baru di lintas Tanah Abang - Rangkasbitung yang nantinya terintegrasi dengan pusat perbelanjaan tersebut telah mencapai 92,78 persen pada bagian konstruksi fisik dan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2025. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mematangkan persiapan operasional Stasiun Jatake, yang terletak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Stasiun ini akan berada di lintas Commuter Line Tanah Abang-Rangkasbitung dan dijadwalkan mulai melayani penumpang pada akhir Januari 2026.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan bahwa peningkatan kebutuhan transportasi massal sangat berkaitan dengan karakter demografi dan struktur aktivitas ekonomi Kabupaten Tangerang.

“Data BPS menunjukkan dominasi penduduk usia produktif dengan dinamika pasar kerja yang aktif. Stasiun Jatake dirancang untuk mempermudah akses masyarakat Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat aktivitas ekonomi, dengan waktu tempuh yang lebih efisien dan biaya transportasi yang terjangkau,” ujar Anne melalui keterangan pers yang diterima Tirto, Kamis (22/1/2026).

Berdasarkan data BPS Januari 2026, Kabupaten Tangerang dihuni sekitar 3,46 juta jiwa, dengan 67,82 persen penduduk berada pada usia produktif (15–59 tahun). Komposisi demografi ini mendorong pola mobilitas harian yang tinggi, terutama bagi pekerja dan pelaku usaha yang beraktivitas lintas wilayah menuju Jakarta.

Dari sisi ekonomi, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu penggerak utama aktivitas kawasan metropolitan. Struktur ekonomi daerah menunjukkan keterkaitan erat dengan mobilitas komuter, di mana sektor Industri Pengolahan menjadi kontributor terbesar perekonomian (33,74 persen), diikuti Konstruksi (16,36 persen), serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (11,35 persen) pada 2024.

Sejalan dengan itu, produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita Kabupaten Tangerang pada 2024 tercatat Rp54,73 juta (angka sangat sementara), menandakan skala aktivitas ekonomi yang besar serta kebutuhan konektivitas yang andal untuk menopang produktivitas harian.

Kondisi tersebut tercermin pada tren peningkatan jumlah pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung dalam jangka panjang. Pada 2018, jumlah pengguna tercatat sebesar 54,17 juta orang, meningkat menjadi 55,63 juta orang pada

Sebagai informasi, Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).

Stasiun ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi, memiliki bangunan tiga lantai, dan dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari. Area parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda telah disiapkan, serta tersedia lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi untuk mendukung integrasi antarmoda.

Dari sisi desain, Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami di area publik serta pemanfaatan panel surya untuk mendukung efisiensi energi. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan stasiun yang tidak hanya fungsional, tetapi juga adaptif terhadap kenyamanan pelanggan.

Saat ini, Stasiun Jatake memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Tahap ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapan layanan memenuhi standar sebelum stasiun resmi beroperasi.

“Stasiun Jatake memperkuat jaringan layanan Commuter Line dan mendukung pergerakan ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang sebagai wilayah penyangga Jakarta. Kami optimistis kehadiran stasiun ini meningkatkan efisiensi mobilitas dan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Anne.

Baca juga artikel terkait KRL COMMUTER LINE atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Andrian Pratama Taher