tirto.id - Direktur PAUD Kemendikbudristek 2018-2022, Muhammad Hasbi, mengungkapkan pada saat proses pengadaan laptop Google Chromebook dirinya mendapat instruksi dari staf khusus Mendikbudristek 2019-2024, Nadiem Makarim, untuk mengikutinya. Padahal, Chromebook tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan PAUD di seluruh Indonesia kala itu.
Hasbi menjelaskan dirinya pasrah untuk mengikuti proses pengadaan Chromebook, sebab bentuk arahan langsung dari Nadiem melalui staf khususnya, Juris Tan.
"Tidak mengajukan keberatan? Artinya spesifikasi yang diserahkan, yang diarahkan oleh Jurist Tan ini tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada di Direktorat PAUD?" tanya jaksa penuntut umum dalam sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
"Ya, kami tidak melakukan analisis lagi karena arahan dari pimpinan," tutur Hasbi.
Dia menjelaskan pengadaan Chromebook pada mulanya diniatkan untuk menunjang kegiatan asesmen kompetensi minimum (AKM). Namun, dalam kenyataannya di lapangan, proses AKM di PAUD tidak sama dengan SD, SMP, SMA, dan lembaga pendidikan setara lainnya.
"Pertanyaannya, apakah sesuai dengan kebutuhan yang ada di Direktorat PAUD? SPesifikasi yang dibuat Direktorat SD dan SMP kan untuk kepentingan AKM?" tanya jaksa.
"Ya, kalau untuk kepentingan AKM, berarti tidak sesuai karena kami tidak sesuai AKM-nya," jawab Hasbi.
Hasbi menjelaskan dalam pengadaan Chromebook, PAUD mendapat jatah 1.290 perangkat selama kurun waktu 2021.
"Pertanyaan saya selanjutnya, tadi, kan, saudara telah. Untuk Direktorat PAUD, berapa total laptop yang diadakan?" tanya jaksa.
"Kalau untuk tahun 2021 kurang lebih 1.290," jawab Hasbi.
Jaksa kemudian bertanya mengapa Jurist Tan bersama Fiona Handayani yang terhitung baru di Kemendikbudristek bisa memiliki kekuatan besar untuk memerintahkan pejabat setingkat direktur. Hasbi menjawab bahwa Jurist Tan selaku staf khusus menteri diberi kewenangan besar oleh Nadiem dalam mengelola Kemendikbudristek.
"Siapa yang memberikan kewenangan yang begitu luas kepada Jurist Tan sebagai staf khusus menteri?" tanya jaksa.
"Sepengetahuan kami ya pasti Pak Menteri (Nadiem Makarim)," jawab Hasbi.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































