tirto.id - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh di Surabaya, Chafi Alida Najla, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026). Selain menghentikan sementara distribusi makanan, pihak SPPG menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan dan observasi medis para siswa yang terdampak.
Chafi membeberkan, menu yang dibagikan hari itu berupa daging krengsengan. Ia mengklaim bahan makanan yang digunakan dalam kondisi baik dan proses pengolahan telah sesuai standar operasional.
“Dagingnya nggak basi, mungkin dari pengolahannya mungkin, atau dari waktu bahan datangnya bukan dari basi karena saat kita terima dagingnya sudah bagus. Karena memang daging itu kan bahan yang sangat riskan banget gitu. Mungkin ini kita nunggu dari hasil lab Dinkes aja gitu,” ujarnya.
SPPG tersebut diketahui mulai beroperasi sejak 2 Februari 2026 dan melayani 13 sekolah tingkat TK, SD hingga SMP dengan distribusi sekitar 3.020 porsi makanan per hari. Namun pada hari kejadian, distribusi dihentikan di angka 2000 porsi setelah muncul laporan siswa mengalami gejala keracunan.
“Dari kami, saya Chafi sebagai kepala SPPG dari Tembok Dukuh Bubutan mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang terdampak, kepada siswa dan juga guru yang kena keracunan karena makanan kita. Dari kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan dan juga segala observasi yang dilakukan di lapangan seperti itu,” tandasnya.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, yang turut meninjau lokasi menyebut secara umum kondisi dapur, tempat pengolahan makanan hingga pencucian peralatan telah memenuhi standar kebersihan.
“Kita nunggu dari tim kesehatan, jadi dari Puskesmas sudah datang ya toh, dari Provinsi juga sudah datang. Kita tidak bisa menjustification si A salah, si B enggak. Artinya di gedung ini tadi kita lihat mulai kemasakan, kitchen-nya, tempat pengolahan, tempat pencucian ompreng secara sudah memenuhi standar semua, memenuhi syarat. Jadi sangat bersih, kita pastikan sangat bersih,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Koordinator Regional Jawa Timur Badan Gizi Nasional (BGN), Teguh Bayu Wibowo. Pihaknya telah meminta operasional dapur dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi.
“Tadi kami langsung ke sini menindaklanjuti dan evaluasi. Kami arahkan jeda distribusi yang berkelanjutan sesuai dengan dari Bu Kepala SPPG sudah dijelaskan. Untuk selanjutnya kami masih menunggu lab dan SPPG ini akan kami evaluasi. Begitu,” katanya.
Hingga kini, pihak Dinas Kesehatan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.
Korban Alami Keracunan dari Menu Daging MBG
Suasana di Rumah Sakit Ibu dan Anak IBI Surabaya. (Foto: Info Kediri)

Ratusan siswa dari sejumlah sekolah di wilayah Tembok Dukuh, Surabaya, diduga keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin. Para siswa mengalami gejala mual, muntah, pusing hingga sakit perut, diduga setelah mengonsumsi menu daging yang didistribusikan dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan tersebut.
Dari data sementara yang dihimpun pihak Puskesmas Tembok Dukuh, jumlah siswa terdampak mencapai hampir 200 orang. Sebagian besar mengalami gejala ringan dan sudah mendapatkan penanganan medis.
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 09.00 WIB dari sejumlah sekolah yang siswanya mengeluhkan kondisi kesehatan setelah menyantap menu MBG. Menurut Tyas, siswa yang terdampak berasal dari berbagai jenjang pendidikan mulai TK, SD, hingga SMP. Gejala yang paling banyak dikeluhkan yakni mual, muntah dan pusing.
“Sejauh ini yang kita dapatkan datanya itu hampir 200 siswa. Hampir semua sudah kami tangani. Jadi ada yang dibawa ke Rumah Sakit IBI ini mungkin kurang lebih 100-an ya. Kemudian ada yang kami datangi di sekolah dari pihak Puskesmas. Kita turun ke sekolah, karena gejalanya masih ringan ya, masih memungkinkan kita tangani, kita obati di tempat. Datanya masih kami update lagi,” jelasnya.
Pihak puskesmas bersama dinas kesehatan juga telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK). Hari itu ada nasi, daging sapi, sayur dan jeruk. Dugaan sementara mengarah pada menu olahan daging yang baru pertama kali disajikan dalam program tersebut.
“Kalau dari pantauan kami dan dari laporan dari guru-guru itu, biasanya enggak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi mungkin, ini masih mungkin ya, mungkin dari dagingnya, karena selama ini enggak pernah dikasih daging,” katanya.
Meski demikian, Tyas memastikan hingga kini belum ada siswa yang menjalani rawat inap.
“Alhamdulillah gejalanya masih ringan dan sudah banyak yang pulang,” imbuhnya.
Salah satu wali murid, Ayu (34), mengaku mendapat informasi adanya dugaan keracunan dari grup sekolah lain yang menerima makanan dari dapur yang sama.
“Tadi dapat info dari grup sekolah lain ada yang keracunan. Terus ditelepon sekolah katanya banyak yang pusing dan muntah-muntah,” katanya.
Anaknya, Nabila, siswi kelas 5 SDN Tembok Dukuh 4, mengaku mengalami pusing dan sakit perut usai menyantap menu makan siang di sekolah.
“Menunya nasi, daging sapi, sayur, sama jeruk. Habis makan langsung pusing, mules, dan perut sakit,” ujarnya.
Siswa Trauma dengan Menu MBG
Siswa kelas 6 SDN Tembok Dukuh 3, Cicilia mengaku trauma dengan menu MBG. Saat itu dia merasakan pusing hingga muntah-muntah. Termasuk 80 siswa lainnya.
"Pusing sama lemas. Saya muntah-muntah juga. Tadi sempat pusing sampai diinfus.
Menurut Cicilia rasa dari menu MBG juga tidak enak. "Saya coba satu daging, rasanya itu sama, tapi nggak enak semua. Bumbunya itu enggak enak. Saya cuma nyicip dikit aja terus buang," terangnya.
Dia mengakui bahwa hari ini adalah menu pertama daging. Sebelumnya telur dan ayam. "Sebelumnya ayam, telur. Telurnya nggak enak, ayamnya biasanya masih ada darahnya belum bersih," keluh Cicilia.
"Trauma. Saya lebih baik makan masakan mama, lebih enak. Dari pada makan MBG yang beracun," tandasnya.
============
Info Kediri adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Info Kediri
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































