tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan langkahnya menggelontorkan dana jumbo untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah benar. Apalagi, MBG berjalan menggunakan dana yang berasal dari realokasi anggaran.
"Apa yang salah kalau Presiden Republik Indonesia dan pemerintah yang dia pimpin ingin menggelontor uang kepada rakyatnya sendiri? Yang salah apa?" katanya dalam Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, realokasi anggaran merupakan salah satu cara yang digunakannya untuk menjaga agar belanja pemerintah tetap efisien karena dana dari belanja-belanja yang tidak penting diperuntukkan bagi program dengan banyak manfaat. Dus, potensi korupsi yang ada di balik belanja pemerintah tak bermanfaat tersebut dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan.
"Uang ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi. Uang yang tadinya pasti dikorupsi, kita tahan, kita realokasi, kita gelontorkan ke rakyat. Salahnya apa? Saya merasa saya berada di jalan yang benar. Kita berada di jalan yang benar," tegasnya.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), hingga awal Maret 2026 MBG sudah disalurkan kepada 61,2 juta jiwa. Tidak hanya untuk anak-anak sekolah, MBG juga diantarkan langsung kepada ibu-ibu hamil.
Di sisi lain, MBG juga memberikan manfaat langsung kepada para petani di daerah. Seiring dengan berjalannya program prioritas Kabinet Merah Putih ini, tidak ada lagi hasil panen petani yang rusak atau tidak terserap.
Dengan manfaat besar ini, Prabowo berkomitmen untuk meneruskan MBG sampai akhir masa jabatannya sebagai Presiden di 2029 nanti.
"Saudara-saudara, kita sudah menghasilkan MBG puluhan juta dan kita akan teruskan sampai selesai," tegas dia.
Karena itu, agar MBG berjalan kian optimal, dia akan terus melakukan perbaikan pada masalah-masalah yang selama ini jadi kendala.
"Banyak kekurangan kita selesaikan, banyak yang takut ini tidak berhasil. Tapi kita sudah merasakan manfaatnya. Petani-petani yang tadinya hasil panennya tidak terbeli, begitu dia panen mangga, mangganya tidak diambil pusuk, rusak di kebun, panennya tidak diserap tengkulak, datang banting harga, tidak mungkin rakyat kita sejahtera," jelas Prabowo.
Sementara itu, seiring dengan kesuksesan MBG, banyak negara yang kini datang kepada Indonesia.
"Banyak negara sekarang belajar MBG ke kita, karena di mana ada negara bisa memberi makan lebih 60 juta orang, lima kali seminggu, dari ibu hamil hingga lansia yang tidak berdaya, kita antar makanannya," tutup Prabowo.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id




























