tirto.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih memberikan dorongan signifikan terhadap sektor konstruksi.
Berdasarkan data BPS, sektor ini tumbuh 5,49 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan berkontribusi sebesar 0,53 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,61 persen.
“Pertumbuhan jumlah SPPG ini memberikan dampak positif terhadap pembentukan modal tetap bruto (PMTB) karena ada konstruksi fisik di situ,” paparnya dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), sejak Desember 2025 hingga Maret 2026 jumlah SPPG bertambah sebanyak 6.737 unit.
“Investasi SPPG ini itu dalam belanja modal kami rekam dalam belanja modal baik untuk pembangunan dapur dan penyediaan alat-alat dapur serta belanja alat modal lainnya. Jadi yang masuk ke dalam PMTB itu selain bangunan dapurnya juga alat-alat dapur dan alat modal lainnya,” jelas Amalia.
Sementara itu, data Kementerian Koordinator Bidang Pangan menunjukkan jumlah Kopdes Merah Putih yang telah rampung 100 persen hingga Maret 2026 mencapai 3.505 unit yang tersebar di 83.764 desa di seluruh Indonesia. Di sisi lain, sebanyak 25.121 unit masih dalam tahap pembangunan.
“KDMP dan MBG sudah tadi saya sampaikan kontribusinya ada di dalam PMTB salah satunya dan kemudian kalau MBG yang sudah beroperasi itu terekam di dalam lapangan usaha akomodasi makanan minuman,” tambah Amalia.
Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 didorong oleh kinerja positif mayoritas lapangan usaha. Industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan 5,04 persen dan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 19,07 persen.
Selanjutnya, sektor perdagangan tumbuh 6,26 persen dengan kontribusi 13,28 persen terhadap PDB. Sektor pertanian mencatat pertumbuhan 4,97 persen dengan kontribusi 12,67 persen, diikuti sektor konstruksi yang tumbuh 5,49 persen dengan kontribusi 9,81 persen. Adapun sektor pertambangan mengalami kontraksi 2,14 persen dengan kontribusi sebesar 8,69 persen terhadap PDB.
“Lima lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi dan pertambangan, di mana total (kontribusi) kelima lapangan usaha tersebut mencakup sekitar 63,52 persen dari total PDB,” ujar Amalia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































