tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurut dia, anak-anak dari keluarga mampu tidak harus menerima program tersebut. Sementara bagi anak-anak atau para siswa yang berlatar belakang ekonomi mampu, pemerintah tak memaksa agar program tersebut diberikan.
Hal tersebut ia sampaikan saat bertanya terkait distribusi program Makan Bergizi Gratis kepada masyarakat dalam kunjungan kerja ke Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
“Yang tidak perlu enggak apa-apa. Iya, kan? Iya. kan? Kalau anak-anak orang kaya enggak perlu enggak apa-apa. Benar? Iya, kan? Enggak dipaksa. Tapi kita ingin anak-anak kita kuat, kita ingin anak-anak kita semangat. Kita ingin anak-anak kita pintar, kita ingin anak-anak rajin,” ujar Prabowo, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (10/5/2026).
Prabowo menyampaikan, pemerintah berkomitmen untuk memperluas cakupan MBG ke sekolah-sekolah di Gorontalo yang dinilai membutuhkan dapat menerima program tersebut pada tahun ini. “Nanti yang belum dicatat ya. Segera kita, pokoknya tahun ini, semua sekolah yang merasa perlu akan kita berikan MBG semuanya,” katanya.
Selain membahas MBG, Prabowo juga menyoroti penguatan fasilitas pendidikan melalui penyediaan “layar pintar” di sekolah-sekolah. Berdasarkan laporan yang ia terima, saat ini setiap sekolah di Gorontalo baru menerima satu unit, namun mulai tahun ini pemerintah akan menambah tiga unit lagi untuk setiap sekolah.
“Berarti saya berharap akhir tahun ini tiap sekolah sudah ada empat ruang kelas yang ada layar yang disebut layar pintar karena dia memang pintar,” ucapnya.
Menurut Prabowo, perangkat tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung pembelajaran interaktif, terutama bagi sekolah-sekolah di daerah terpencil. Pemerintah juga berencana menghubungkan sistem pembelajaran secara real time dari pusat sehingga proses belajar mengajar dapat dipantau langsung.
“Kita bisa monitor semua kelas di seluruh Indonesia bisa kita monitor dari Jakarta. Jadi kalau ada guru-guru yang enggak masuk kita bisa lihat mana guru yang tidak masuk,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo turut menyinggung kondisi ekonomi nasional. Ia mengklaim Indonesia berada dalam posisi kuat di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. “Kita sudah swasembada pangan dan sebentar lagi kita swasembada BBM. Kita tidak akan impor BBM lagi,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar, namun pengelolaannya harus dilakukan secara baik dan jujur agar tidak dimanfaatkan pihak asing. “Kita bangsa yang kaya, tapi yang penting sekarang kekayaan harus bisa kita kuasai, harus bisa kita kelola dengan baik,” katanya.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































