tirto.id - Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilaksanakan pada Selasa (31/3/2026) usai libur Lebaran 2026. Pelaksanaan ini mengikuti instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mempertimbangkan kesiapan penerima manfaat di sekolah.
Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memulai kembali penyaluran MBG adalah SPPG Kemayoran Harapan Mulia 1, Jakarta Pusat. Kepala SPPG Harapan Mulia 1, Fakhri Irfan Pribadi, mengatakan pihaknya menyalurkan sebanyak 3.298 porsi setiap harinya ke penerima manfaat MBG.
Fakhri menjelaskan distribusi usai libur lebaran ini baru dimulai hari ini karena karena banyak sekolah belum siap menerima program MBG di hari pertama masuk sekolah pada Senin (30/3/2026) kemarin.
“Untuk hari ini pertama, kami mengikuti perintah dari pusat. Sebelumnya memang direncanakan tanggal 30, tapi banyak sekolah yang belum siap,” ujar Fakhri saat ditemui di SPPG Harapan Mulia 1, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026).
Fakhri menuturkan pada hari pertama masuk sekolah, sebagian besar kegiatan belajar mengajar belum berjalan penuh karena siswa biasanya langsung pulang setelah mengikuti rangkaian kegiatan halalbihalal.
“Karena halalbihalal biasanya siswa langsung pulang, jadi tidak memungkinkan untuk dilakukan pembagian makanan,” katanya.
Pada hari pertama pelaksanaan usai libur Lebaran ini, SPPG Kemayoran tercatat melayani sebanyak 3.298 porsi makanan kepada penerima manfaat. Jumlah ini dibagikan ke tujuh sekolah dan satu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Fakhri mengatakan SPPG yang dipimpinnya mengurangi jumlah penerima manfaat setelah sebelumnya melayani sekitar 3.600-an penerima. Sebab, di area Kemayoran, sudah banyak SPPG lain yang turut melayani penerima manfaat MBG.
Distribusi makanan dilakukan secara bertahap dengan pembagian waktu yang berbeda untuk tiap jenjang penerima. Fakhri menyebutkan terdapat tiga kloter pengiriman yang disesuaikan dengan jam masuk sekolah.
“Pendistribusian beda-beda jamnya karena kita ada tiga kloter. Untuk SMP mulai jam 05.30 WIB, kemudian SD jam 07.00 WIB, dan SMA/SMK sekitar jam 11.00 WIB sampai 12.00 WIB,” ujarnya.
Sementara itu, untuk penerima manfaat di luar sekolah seperti ibu hamil, distribusi dilakukan melalui Posyandu pada pukul 09.00 WIB dengan melibatkan kader setempat.
“Untuk ibu hamil tetap diberikan. Penyalurannya melalui Posyandu, jadi kita menyesuaikan dengan kader di sana,” tambahnya.
Di SPPG Kemayoran Harapan Mulia 1, pelaksanaan program didukung oleh 50 personel yang terdiri dari 47 relawan dan 3 karyawan BGN. Mereka bertugas mulai dari proses persiapan makanan hingga pendistribusian ke sekolah dan titik layanan lainnya.
Sebelumnya, distribusi terakhir program MBG dilakukan pada 13 Maret 2026 saat menjelang masa libur Lebaran 2026. Saat itu, skema yang digunakan adalah “menu istimewa” atau rapel, yakni akumulasi jatah makanan harian senilai Rp10.000 yang diberikan sekaligus untuk beberapa hari.
“Menu rapelnya itu kita akumulasikan. Satu hari Rp10 ribu, dikalikan beberapa hari, itu dari perintah pusat,” ungkapnya.
Kini dengan dimulainya kembali program MBG usai libur Lebaran, distribusi kembali menggunakan pola normal harian. Penyesuaian ini diharapkan dapat membuat penyaluran lebih efektif seiring dengan kembalinya aktivitas sekolah secara normal.
“Harapannya tentu distribusi bisa lebih tepat sasaran dan berjalan lancar,” pungkasnya.
===============
Hanang Septioyudho berkontribusi terhadap penulisan artikel ini.
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id































