Menuju konten utama

Sosok Haerul Saleh Anggota BPK Korban Kebakaran di TB Simatupang

Profil Haerul Saleh anggota BPK yang tewas dalam kebakaran di rumahnya. Kebakaran diduga dipicu oleh sisa tiner dari proses renovasi rumah.

Sosok Haerul Saleh Anggota BPK Korban Kebakaran di TB Simatupang
Haerul Saleh
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026) akibat kebakaran di rumahnya di Jalan Teratai Blok G8 RT 03 RW 02 Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Almarhum meninggal dunia dalam usia 44 tahun. Pria yang lahir di Kolaka, Sulawesi Tenggara pada 1981 ini merupakan lulusan S1 Ilmu Hukum Universitas Satria.

Semasa muda, ia aktif di berbagai organisasi, antara lain Pemuda Panca Marga, Pemuda Tani Indonesia, Majelis Pemuda Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Rekam Jejak Politik Haerul Saleh

Sebelum menjabat sebagai Anggota BPK, Haerul Saleh berkarier di Partai Gerindra. Ia menjabat sebagai Ketua Bidang Keuangan DPP Partai Gerindra pada 2015-2020, kemudian beralih menjadi Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi DPP Partai Gerindra sejak 2020.

Ia menjadi anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra periode 2014-2019 dan 2019-2022. Ia menggantikan Imran yang telah meninggal dunia dari Dapil Sulawesi Tenggara.

Selain itu, Haerul juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat Pemuda Tani Indonesia periode 2021–2026 dan Anggota Dewan Pembina Kadin Sulawesi Tenggara periode 2015–2020.

Haerul Saleh terpilih sebagai Anggota BPK melalui proses pemilihan oleh Anggota DPR Komisi XI pada tahun 2022, bersama Isma Yatun yang kini menjabat sebagai Ketua BPK. Ia resmi menjabat sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan sejak 19 April 2022.

Harta Kekayaan Haerul Saleh

Berdasarkan Laporan Harta Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK, harta kekayaan Haerul Saleh melonjak sekitar Rp77,4 miliar sejak menjadi anggota DPR hingga menjabat sebagai Anggota BPK.

Pada periode 2020 selaku anggota DPR, ia melaporkan harta sebesar Rp4,3 miliar.

Pada periode 2023 selaku Anggota BPK, harta kekayaannya tercatat mencapai Rp81,8 miliar, yang di antaranya terdiri dari 15 unit tanah dan bangunan senilai Rp75,6 miliar di Kolaka, Bogor, dan Jakarta, serta sembilan unit kendaraan senilai Rp2,75 miliar.

Haerul Saleh Wafat dalam Kebakaran

Haerul Saleh meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di ruang kerjanya yang berada di lantai empat kediamannya.

Insiden yang dilaporkan pada pukul 07.53 WIB tersebut diduga dipicu oleh sisa tiner dari proses renovasi rumah yang menyebabkan api cepat membesar hingga menjalar ke lantai tiga bangunan.

Pemadaman api sudah selesai dilakukan. Dari peristiwa ini diduga penyebab awal adalah sisa tiner dari proses renovasi rumah yang kemudian membuat api membesar.

Berdasarkan informasi dari RT setempat, awalnya terlihat asap hitam mengepul dari lantai 3 rumah yang terbakar, diduga api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah. Kemudian Ketua RT langsung menghubungi petugas damkar untuk meminta bantuan.

"Untuk korban meninggal dunia atas nama Haerul Soleh sudah diatasi oleh petugas dan dibawa menggunakan ambulance ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut," ujar Rizal.

Dalam peristiwa ini, kata Rizal, terdapat tujuh orang lain yang berada di dalam rumah saat kejadian. Penanganan terhadap seluruh korban pun sudah dilakukan dan penghitungan kerugian masih belum dapat dipastikan.

Baca juga artikel terkait BPK atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra