Menuju konten utama

Soal Nasib Bank Muamalat, Ma'ruf Amin: Jangan Dibiarkan Mati

Ma'ruf menyerahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku pihak yang berwenang untuk menyelesaikan masalah Bank Muamalat.

Soal Nasib Bank Muamalat, Ma'ruf Amin: Jangan Dibiarkan Mati
Bank Muamalat. FOTO/ANTARA NEWS

tirto.id - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan Bank Muamalat tak sebaiknya dibiarkan mati. Alasannya, bank tersebut dinilai Ma'ruf memiliki brand kuat.

"Kalau tutup kan, gampang, enggak usah pake a,i,u,e,o langsung tutup. Bukan seperti itu, tapi bagaimana menguatkan yang memang secara brand sudah sangat kuat. Karena itu penting untuk dikuatkan, dan jangan dibiarkan menjadi mati," ucap Ma'ruf Amin kepada wartawan saat ditemui di Merdeka Utara Kamis (20/11/2019).

Namun, Ma'ruf menyerahkan masalah ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku pihak yang berwenang untuk menyelesaikan masalah Bank Muamalat. Ia yakin OJK mampu menggandeng investor yang pantas bagi bank ini.

"Mumpung belum terjadi, lebih baik diselamatkan. Eh bukan diselamatkan, tapi dikuatkan supaya jangan sampai terjadi, " ucap Ma'ruf.

Di tempat terpisah, Komisaris Utama Bank Muamalat, Ilham Habibie menolak berkomentar terkait nasib bank BUMN ini. Ilham memilih untuk tidak menjawab pertanyaan wartawan dan menegaskan bahwa untuk seterusnya ia tidak ingin memberi pernyataan apapun.

"Saya enggak mau jawab. Saya mohon maaf, tapi saya tidak mau menjawab satu pun pertanyaan [soal] Muamalat. Jadi boleh tanya apa saja, kalau Muamalat saya akan diam saja," ucap Ilham kepada wartawan saat ditemui di JW Marriot Kamis (20/11/2019).

Isu penyelamatan Bank Muamalat saat ini memang santer terdengar. Pasalnya, kinerja Bank Muamalat saat ini tidak dalam kondisi yang bagus. Per Juni 2019, laba bersih Muamalat anjlok 95 persen menjadi Rp5,1 miliar dari periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya itu, rasio kredit yang bermasalah (non performing financing/NPF) kembali melambung. Per Juni 2019, rasio NPF kotor naik dari 1,65 persen menjadi 5,41 persen, sedangkan rasio NPF bersih naik dari 0,88 persen menjadi 4,53 persen.

Baca juga artikel terkait BANK MUAMALAT atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Irwan Syambudi