Menuju konten utama

Siswi SD Lompat dari Lantai 3 Pasar Serangan, Penyebab Didalami

Polisi belum dapat melakukan pemeriksaan terhadap korban karena masih dalam masa pemulihan dan syok akibat kejadian.

Siswi SD Lompat dari Lantai 3 Pasar Serangan, Penyebab Didalami
Ilustrasi luka bekas operasi. foto/istockphoto

tirto.id - Siswi kelas 6 sekolah dasar (SD) berinisial KA (13) nekat melompat dari lantai tiga Pasar Desa Adat Serangan yang terletak di Jalan Tukad Penataran, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, pada Minggu (19/04/2026) pukul 17.00 WITA. Akibatnya, korban mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit.

Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, menerangkan sebelum kejadian tersebut, korban sempat membuat video berjoget yang direkam oleh temannya. Korban sendiri yang meminta temannya merekam konten tersebut.

Namun, tiba-tiba dia berlari dan langsung melompat dari lantai tiga Pasar Desa Adat Serangan yang ketinggiannya 8 meter.

"Korban sempat tidak sadarkan diri, tetapi saat ini korban sudah sadar dan berhasil menjalani operasi di Rumah Sakti Prof. Ngoerah. Korban mengalami patah tulang pada kedua kaki dan tangan kanan," terang Azel dalam keterangannya, Jumat (24/04/2026).

Azel menerangkan polisi saat ini masih belum dapat melakukan pemeriksaan terhadap korban karena masih dalam masa pemulihan dan syok akibat kejadian. Namun, korban diduga terpengaruh oleh adegan dalam gim.

Menurut Azel, korban sengaja merekam adegan tersebut untuk dijadikan konten atau mengikuti tren di media sosial. Hal tersebut adalah kali pertama korban membuat konten berbahaya.

"Hasil penyelidikan digital forensik menyatakan bahwa lagu yang digunakan korban untuk joget seperti pada video berjudul 'My Time' oleh Bo En, lagu yang digunakan pada permainan OMORI," ungkapnya.

Dalam permainan tersebut, terdapat adegan tragis di mana karakter utama melompat dari gedung. Berdasarkan hasil analisis sementara secara digital forensik, korban diduga terinspirasi dari karakter utama tersebut.

"Perkembangan akan kami dalami lagi," tutup Azel.

Kepolisian berencana untuk berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Denpasar mengenai permainan yang dimaksud untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa.

Selain itu, Azel mengimbau para orang tua agar senantiasa berhati-hati terhadap konten yang dikonsumsi oleh anak-anak, baik itu melalui media sosial maupun dunia maya.

Baca juga artikel terkait BALI atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Reporter: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Fadrik Aziz Firdausi