tirto.id - Penulisan surat lamaran pekerjaan membutuhkan sistematika tersendiri. Susunan surat lamaran pekerjaan menjadi jembatan penting bagi pencari kerja supaya lamarannya dipertimbangkan perekrut.
Sistematika penulisan surat lamaran pekerjaan perlu diperhatikan oleh setiap pencari kerja. Terkadang pencari kerja hanya fokus pada bagian isi pengalaman atau pendidikan, tetapi kurang memerhatikan struktur penulisan.
Susunan struktur penulisan berperan penting dalam pembuatan surat lamaran kerja. Padahal surat lamaran kerja yang rapi dan sistematis bisa memberikan kesan profesional kepada perusahaan.
Surat lamaran kerja menjadi salah satu dokumen pertama yang akan dibaca oleh perusahaan sebelum mengecek CV atau portofolio. Oleh karena itu, pencari kerja perlu memahami sistematika surat lamaran kerja supaya pesan yang disampaikan disusun secara jelas dan mudah dipahami.
Lantas, seperti apa sistematika penulisan surat lamaran kerja? Simak penjelasannya di artikel ini.
Apa Itu Surat Lamaran Pekerjaan?
Surat lamaran kerja menjadi salah satu dokumen penting yang diperlukan dalam deretan dokumen untuk melamar kerja. Dokumen satu ini biasanya dikirim bersamaan dengan CV, portofolio, dan dokumen pendukung lain.
Definisi surat lamaran kerja adalah dokumen resmi yang ditulis pencari kerja untuk mengajukan diri pada posisi pekerjaan di sebuah perusahaan atau instansi. Proses penulisan surat lamaran kerja ini perlu menjelaskan secara singkat tentang identitas diri, tujuan melamar, dan mengapa dirinya cocok untuk posisi yang dilamar.
Dokumen surat lamaran kerja perlu diperhatikan karena merupakan salah satu media komunikasi awal antara pelamar dan pihak perusahaan. Keberadaan surat lamaran kerja memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:
1. Memperkenalkan Diri pada Perusahaan
Surat lamaran kerja berisi informasi penting dan mendasar tentang diri pelamar. Mulai dari latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, hingga kemampuan yang dimiliki oleh pekerja.2. Menjelaskan Ketertarikan
Fungsi lain dari surat lamaran kerja ialah untuk menjelaskan ketertarikan untuk bekerja pada posisi yang dituju. Bagian ini menunjukkan bahwa si pelamar memiliki ketertarikan pada bidang yang dituju sehingga layak untuk dipertimbangka dalam proses rekrutmen.3. Menggambarkan Kompetensi Pelamar
Fungsi selanjutnya ialah dapat menggambarkan kompetensi pelamar. Surat lamaran kerja juga perlu menunjukkan kompetensi pelamar yang berkaitan dengan posisi yang dituju.4. Menunjukkan Sikap Profesional Pelamar
Kehadiran surat lamaran pekerjaan menunjukkan profesionalitas pelamar kerja. Penulisan surat lamaran kerja yang rapi dan sistematis menunjukkan keseriusan dan kemampuan komunikasi pelamar.Jadi, sistematika surat lamaran kerja perlu diperhatikan karena akan berkaitan dengan kerapian dan kesungguhan pelamar kerja. Dokumen wajib disusun seprofesional mungkin supaya mudah dipahami oleh perusahaan.
Tujuan Penulisan Surat Lamaran Pekerjaan
Surat lamaran kerja memiliki tujuan penting dalam proses pelamaran kerja. Kehadiran surat lamaran kerja tak sebatas soal formalitas belaka.
Dokumen surat lamaran kerja ini punya tujuan tertentu yang berperan penting selama proses rekrutmen berlangsung. Berikut beberapa tujuan utama penulisan lamaran kerja:
1. Pengajuan Diri secara Resmi pada Perusahaan
Tujuan surat lamaran kerja salah satunya sebagai bentuk pengajuan diri secara resmi kepada perusahaan atau instansi. Pengajuan lamaran yang dituangkan dalam surat lamaran kerja ini menunjukkan minat pencari kerja untuk bergabung dengan perusahaan.2. Menginformasikan tentang Pelamar
Tujuan surat lamaran kerja berikutnya ialah menginformasikan tentang diri pelamar. Umumnya perusahaan akan menerima banyak sekali data pelamar kerja.Nah, surat lamaran kerja ini membantu perekrut untuk memahami profil pelamar secara singkat. Tentunya ini penting supaya perekrut punya gambaran penting sebelum mulai membaca CV secara detail.
Informasi yang umumnya disertakan dalam surat lamaran kerja:
- Latar belakang pendidikan
- Pengalaman kerja
- Keahlian yang dimiliki
- Posisi yang dilamar
3. Menunjukkan Kesesuaian dengan Posisi yang Dilamar
Tujuan surat lamaran selanjutnya, yakni menunjukkan kesesuaian diri pelamar dengan posisi yang hendak dilamar. Pelamar bisa menjelaskan alasan mengapa dirinya cocok untuk menempati posisi yang tersedia.Penjelasan singkat pada surat lamaran ini bisa berupa pengalaman kerja, keterampilan khusus, atau pencapaian yang relevan dengan pekerjaan. Informasi ini cukup ditampilkan secara ringkas pada surat lamaran kerja.
4. Menunjukkan Kemampuan Komunikasi Tertulis
Surat lamaran kerja juga bertujuan menunjukkan kemampuan tertulis. Penulisan surat lamaran kerja yang sistematis menunjukkan kesungguhan dan keseriusan pelamar kerja.Jika surat lamaran kerja terlihat rapi dan sistematis, maka terlihat bahwa pelamar kerja punya keterampilan dalam komunikasi profesional. Tentunya ini menunjukkan poin plus bagi diri pelamar kerja.
5. Meningkatkan Peluang Wawancara Kerja
Surat lamaran kerja punya tujuan untuk meningkatkan peluan wawancara kerja. Penulisan surat lamaran kerja ini dapat menarik perhatian perekrut.Jika surat lamaran kerja bisa menjelaskan keunggulan pelamar secara singkat dan jelas, maka peluang pelamar mendapatkan panggilan wawancara kerja juga besar. Tak heran memahami sistematika surat lamaran kerja menjadi langkah penting bagi siapa pun yang hendak mencari kerja.
Sistematika Penulisan Surat Lamaran Pekerjaan
Sistematika penulisan surat lamaran pekerjaan perlu dipahami baik-baik oleh pelamar kerja. Pemahaman terhadap sistematika penulisan ini akan memberi pengaruh positif pada hasil surat lamaran kerja.
Berikut sistematika penulisan surat lamaran pekerjaan yang umum digunakan:
1. Tempat dan Tanggal Penulisan Surat
Bagian pertama surat lamaran kerja ialah tempat dan tanggal penulisan surat. Informasi tempat dan tanggal ini biasanya berada pada bagian kanan atas surat lamaran kerja.Contoh:
Yogyakarta, 12 Maret 2026
Penulisan tanggal dan tempat penulisan surat penting dicantumkan sebab menunjukkan informasi kapan surat tersebut dibuat. Selain itu, keterangan tempat dan tanggal juga memudahkan perusahaan mengelola dokumen lamaran yang masuk.
2. Lampiran dan Perihal (Opsional)
Sitematika berikutnya ialah lampiran dan perihal (opsional). Bagian lampiran dan perihal perlu dicantumkan dalam surat lamaran kerja.Lampiran sendiri biasanya berisi jumlah dokumen yang disertakan bersama surat lamaran. Pelamar bisa mengisi lampiran sesuai dengan jumlah berkas yang disertakan.
Contoh:
Lampiran: 1 berkas
Perihal: Lamaran Pekerjaan
Bagian ini membantu perusahaan mengetahui bahwa pelamar juga mengirimkan dokumen pendukung seperti CV, ijazah, atau portofolio.
3. Alamat Tujuan Surat
Bagian selanjutnya ialah menuliskan tujuan surat. Pelamar bisa menuliskan alamat tujuan surat pada perusahaan atau pihak yang dituju.Penulisan alamat perlu diawali dengan kata Yth. (Yang Terhormat). Alamat yang jelas menunjukkan bahwa surat lamaran ditujukan secara spesifik kepada perusahaan yang membuka lowongan.
Contoh:
Yth. HRD PT Maju Jaya Sejahtera
di Jakarta
4. Salam Pembuka
Salam pembuka menjadi bagian penting selanjutnya. Setelah alamat tujuan, pelamar perlu menulis salam pembuka yang berperan sebagai bentuk sopan santun dalam komunikasi formal.Contoh:
Dengan hormat,
5. Paragraf Pembuka
Paragraf pembuka berupa pengantar berisi informasi penting terkait sumber informasi lowongan pekerjaan diperoleh. Pelamar dapat menjelaskan dari mana ia mengetahui informasi tersebut.Contoh isi paragraf pembuka:
Berdasarkan informasi lowongan pekerjaan yang saya peroleh dari situs resmi perusahaan, saya bermaksud mengajukan lamaran untuk posisi Content Writer di PT Maju Jaya Sejahtera.
6. Paragraf Isi
Sistematika berikutnya ialah paragraf isi yang menjadi bagian utama dalam penulisan lamaran kerja. Pelamar dapat menjelaskan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, serta kemampuan yang dimiliki.Sebaiknya paragraf isi tidak perlu disusun terlalu panjang, yang penting mampu menunjukkan keunggulan pelamar. Informasi yang dapat disampaikan, antara lain:
- Riwayat pendidikan terakhir
- Pengalaman kerja atau magang
- Keahlian yang relevan
- Prestasi atau pencapaian tertentu
Saya merupakan lulusan S1 Ilmu Komunikasi dengan pengalaman menulis artikel digital selama dua tahun. Saya terbiasa menulis konten SEO, artikel edukatif, serta konten media sosial.
7. Paragraf Penutup
Bagian selanjutnya adalah paragraf penutup yang berisi harapan pelamar untuk dapat mengikuti tahap seleksi selanjutnya, seperti wawancara. Pelamar juga bisa menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak perusahaan.Contoh:
Saya berharap dapat diberikan kesempatan untuk mengikuti tahap wawancara sehingga saya dapat menjelaskan potensi yang saya miliki secara lebih mendalam.
8. Salam Penutup
Usai paragraf penutup, tuliskan salam penutup sebagai bentuk sopan santun dalam surat resmi. Penulisan salam penutup ini berperan penting untuk menunjukkan sikap santun kepada perusahaan.Contoh:
Hormat saya,
9. Tanda Tangan dan Nama Lengkap
Tanda tangan dan nama lengkap juga perlu dicantumkan dalam penulisan surat pelamaran kerja. Tuliskan nama lengkap dan sertakan tanda tangan pada bagian ini untuk menunjukkan formalitas surat.Contoh:
Hormat saya,
(tanda tangan)
Jihan Fahira
Pemahaman terhadap sistematika surat lamaran kerja sangatlah penting diperhatikan pelamar kerja. Susunan surat lamaran kerja yang rapi akan memudahkan perusahaan untuk membaca informasi secara lebih cepat dan jelas.
Sistematika penulisan surat lamaran kerja juga menunjukkan bahwa pelamar memiliki kemampuan komunikasi profesional. Poin penting ini memberikan kesan positif kepada perekrut.
Silakan ikuti sistematika penulisan surat lamaran kerja di atas. Mulai dari penulisan tanggal dan tempat surat, alamat tujuan surat, paragraf pembuka, isi, hingga penutup.
Pelamar perlu menyadari bahwa surat lamaran kerja merupakan salah satu dokumen penting yang efektif dalam memperkenalkan diri kepada perusahaan. Surat lamaran yang disusun menjadi langkah awal untuk membuka peluang pelamar melangkah ke tahap seleksi berikutnya.
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id




































