tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke level Rp17.667 pada perdagangan hari ini, Rabu (215/2026). Rupiah melemah 13,5 poin atau 0,08 persen dari penutupan sebelumnya di level Rp17.653,5.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah turut dipengaruhi sentimen pasar atas risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) April 2026, yang menyoroti kekhawatiran yang semakin dalam di antara para pejabat Fed tentang tekanan inflasi yang disebabkan oleh perang Iran.
Mayoritas pejabat Federal Reserve (Fed) telah memperingatkan bank sentral kemungkinan perlu mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi terus berada di atas target 2 persen mereka. Hal ini dinilai memberikan sinyal yang lebih jelas terkait prospek suku bunga The Fed kedepan.
"Pada rapat April, FOMC memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan dana federal tetap stabil dalam kisaran 3,5-3,75 persen," ucapnya.
Sementara itu, faktor internal melemahnya rupiah, dinilai turut disebabkan sentimen negatif investor setelah Presiden Prabowo Subianto memperketat aturan ekspor komoditas Sumber Daya Alam, termasuk minyak sawit, batubara, dan ferroalloy, dengan mewajibkan pengiriman melalui satu eksportir milik negara.
"Kehati-hatian juga meningkat menjelang data neraca transaksi berjalan kuartal pertama yang akan dirilis Jumat, menyusul defisit kuartal keempat yang didorong oleh kesenjangan harga minyak yang lebih lebar," ucapnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































