tirto.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan berkonsultasi dengan BPI Danantara terkait rencana aksi korporasi, khususnya yang berskala besar.
Ini merespons instruksi CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, yang meminta agar seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang saat ini berada di bawah naungannya untuk menunda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan seluruh aksi korporasi, termasuk penggabungan, akuisisi, pemisahan, investasi, maupun divestasi.
“Memang kami dimintai mengkonsultasikan beberapa aksi korporasi kita yang sifatnya memang skalanya cukup besar. Karena memang kita tahu bahwa ini merupakan bagian dari kita untuk menaikkan value kita dan untuk menciptakan growth story yang baru,” ujar Direktur Wholesale & International Service Telkom, Honesti Basyir, di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2025).
Beberapa aksi korporasi yang bakal dikonsultasikan Telkom di antaranya akuisisi fiber optik yang ditujukan untuk memperluas jaringan dan memperkuat bisnis menara telekomunikasi anak usahanya, Mitratel, hingga pembangunan infrastruktur data center.
Dengan adanya konsultasi tersebut, kinerja bisnis Telkom diharapkan dapat sejalan dengan misi Danantara, yakni untuk mengelola kekayaan negara, mengoptimalkan dan mengelola aset BUMN untuk menciptakan nilai tambah ekonomi, menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi di sektor prioritas, membangun mitra strategis untuk mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan, serta membangun Sovereign Wealth Fund yang mandiri dan unggul.
“Ya, mungkin salah satu keunikan dari Telkom ini kan sebenarnya kalau kita lihat dari ekosistem digital, kita yang paling lengkap sebenarnya. Kita memiliki infrastruktur yang tidak hanya di darat, ya. Tapi, kalau bisa dibilang, kita di atas langit sampai bawah laut punya infrastruktur. Dan ini kan modal utama kita,” jelas Honesti.
Melalui infrastruktur yang sudah terbangun inilah yang kemudian akan menjadi tulang punggung Telkom dalam mengakselerasi pembangunan ekosistem digital. “Nah, makanya kita tidak hanya membuat ekosistem infrastruktur kita, tapi kita juga membuat aplikasi aplikasi dan juga berbagai macam platform digital lainnya yang nantinya juga akan mengisi infrastruktur tersebut,” tukas Honesti.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id































