Menuju konten utama

Siapa Prada Lucky Namo, Penyebab Meninggal, & Kronologi Kasus

Siapa Prada Lucky Namo? Simak profil, kronologi lengkap kasus, serta dugaan penyebab meninggalnya anggota TNI ini.

Siapa Prada Lucky Namo, Penyebab Meninggal, & Kronologi Kasus
Peti jenazah Prada Lucky Namo dibalut Bendera Merah Putih saat prosesi pemakaman secara militer di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (9/8/2025). ANTARA/Kornelis Kaha/aa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Prada Lucky Namo adalah salah satu prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang meninggal dunia diduga karena dianiaya seniornya. Sang ayah mendorong aparat berwajib untuk mengusut tuntas kematian putranya. Simak kronologinya berikut.

Dunia militer kembali tercoreng dengan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya satu prajuritnya, Prada Lucky Namo. Parahnya, Prada Lucky Namo baru lulus setelah dua bulan menjalani pelatihan sebagai anggota TNI.

Siapa Prada Lucky Namo?

Lucky Chepril Saputra Namo atau yang akrab disapa Lucky Namo adalah anggota TNI dengan pangkat Prada atau Prajurit Dua. Ia berusia 23 tahun yang resmi menjadi anggota TNI Angkatan Darat (AD) sejak Juni 2025.

Prada Lucky Namo kemudian bertugas di Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 di Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Batalion TP 834 ditempatkan di NTT sejak sebulan yang lalu untuk membantu pembangunan daerah tersebut.

Ayah Prada Lucky Namo juga merupakan anggota TNI AD yakni Sersan Mayor Christian Namo. Kepergian Prada Lucky Namo untuk selama-lamanya menyisakan duka yang mendalam bagi sang ayah. Ia meminta aparat berwajib untuk menangkap para pelaku yang diduga telah menganiaya putranya.

Kronologi Kasus Prada Lucky Namo dan Penyebab Meninggal

Sejak 2 Agustus 2025, Lucky menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD Aeramo, Kecamatan Aesesa. Menurut pengakuan keluarga, di tubuh Lucky terdapat beberapa luka yang tidak biasa.

Prada Lucky meninggal dalam kondisi memprihatinkan, dipenuhi memar dan luka sayatan. Selain itu, terdapat juga luka bakar yang menyerupai bekas sundutan rokok.

Di bagian punggung almarhum menunjukkan banyak bekas benturan dengan benda tumpul, di bagian lengan dan kakinya juga terdapat luka bakar yang diduga berasal dari benda panas seperti rokok.

Prada Lucky Namo kemudian menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu, 6 Agustus 2025 setelah empat hari mendapat perawatan.

Melihat kondisi putranya yang sudah terbujur kaku dengan banyaknya bekas luka tidak wajar, Sersan Mayor Christian Namo menuntut keadilan. Menurutnya, sebelum meninggal, Prada Lucky telah memberi tahu dokter yang menanganinya jika ia adalah korban penganiayaan.

"(Prada Lucky) Dianiaya senior dan saya akan kejar pelakunya sampai ke manapun. Anak saya sudah tidak ada, saya tuntut keadilan. Dia mengaku kepada dokter dipukuli oleh seniornya di barak," ungkap Sersan Mayor Christian Namo dikutip Liputan 6 (7/8).

Kasus ini saat ini sedang ditangani oleh Sub Denpom IX/1-1 Ende. Komandan Kompi (Danki) Rahmat masih belum bisa memastikan apakah benar ada penganiayaan atau tidak karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Kalau terkait benar tidaknya adanya penganiayaan, ini kan sementara masih didalami Sub Denpom Ende, jadi belum ada hasilnya jadi saya tidak berani keluarkan statement," jelas Rahmat.

Baca juga artikel terkait KEMATIAN PRADA LUCKY atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra