Menuju konten utama

Soal Sebab Kematian Diplomat Kemlu, Kapolri: Tunggu Hasil Labfor

Polda Metro Jaya hingga kini belum mengungkap penyebab kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (39).

Soal Sebab Kematian Diplomat Kemlu, Kapolri: Tunggu Hasil Labfor
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/4/2023).ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

tirto.id - Kepolisian hingga kini belum mengungkap penyebab kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (39). Arya ditemukan meninggal di kamar kosnya dengan kepala terlilit lakban.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan saat ini pihanya masih menunggu hasil dari laboratorium forensik (labfor) untuk menyimpulkan penyebab kematian korban.

“Masih dilakukan pendalaman, menunggu hasil-hasil dari laboratorium forensik,” ucap Sigit di Gedung STIK, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2025).

Menurut Sigit, pemeriksaan penyebab kematian korban dilakukan sangat mendalam. Dia mengklaim bahwa penyidik Polda Metro Jaya telah bekerja keras untuk mengungkap kasus ini.

“Penelitian dilakukan secara mendalam supaya kemudian nanti pada saat diputuskan merupakan kesimpulan berdasarkan scientific crime investigation,” ungkap Sigit.

Sigit berharap kasus ini akan segera diungkap dalam waktu dekat. Dia memastikan hasil dari penyelidikan akan diungkap ke publik.

Diketahui, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, membenarkan bahwa istri dari diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang tewas di kamar indekosnya, AryaDaru Pangayunan (39), sempat menelepon penjaga indekos sebanyak tiga kali.

“Berdasarkan keterangan dari penyelidik, bahwa benar ada istri korban itu menelepon tiga kali ke nomor telepon penjaga kos,” ujar Reonald saat ditemui di Mapolda Metro Jaya pada Senin (14/7/2025).

Reonald menjelaskan, istri dari Arya itu sempat menelepon penjaga indekos pada Senin (7/7/2025) malam hingga Selasa (8/7/2025) pagi.

Panggilan telepon pertama diketahui terjadi pada Senin sekira pukul 22.40 WIB, lalu telepon kedua pada Selasa sekira pukul 00.48 WIB, dan Selasa pagi sekira pukul 05.27 WIB.

Baca juga artikel terkait DIPLOMAT KEMLU atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama