Menuju konten utama

Siapa Botok Pati yang Viral? Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Profil Botok Pati, aktivis yang viral menjelang aksi AMPB di Jakarta, dari kritik kebijakan hingga kasus hukum dan polemik rekening.

Siapa Botok Pati yang Viral? Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Botok Pati. x/Ricky
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nama Supriyono alias Botok kembali menjadi sorotan publik menjelang aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI, Jakarta, hari ini, Kamis (27/8/2026). Simak profil Botok, aktivis asal Pati, Jawa Tengah yang dikenal vokal menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Nama Botok semakin dikenal setelah terlibat dalam berbagai aksi masyarakat di Pati pada 2025 hingga membawa sejumlah aspirasi daerah ke tingkat nasional.

Botok memiliki rekam jejak yang cukup panjang dalam gerakan masyarakat Pati. Ia sebelumnya diketahui pernah mendukung Sudewo dalam Pilkada Pati 2024, namun kemudian berubah menjadi salah satu pengkritik pemerintahannya.

Aktivitasnya bersama AMPB bahkan pernah membawanya berhadapan dengan persoalan hukum. Kini, sosok Botok kembali viral setelah dikaitkan dengan persiapan aksi AMPB di Jakarta serta polemik rekening pribadinya yang diblokir Bank Mandiri.

Profil dan Rekam Jejak Botok Pati yang Viral

Supriyono alias Botok merupakan aktivis asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang dikenal vokal menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah dan isu-isu kepentingan publik.

Namanya semakin dikenal melalui keterlibatannya dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), wadah yang mengonsolidasikan masyarakat dan sejumlah elemen di Pati untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan daerah.

Dalam aktivitasnya, Botok kerap turun langsung dalam aksi dan menyuarakan isu seperti transparansi pemerintahan, pengawasan kebijakan publik, serta pemberantasan korupsi.

Sosoknya kembali menjadi perhatian menjelang aksi AMPB di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026), ketika kelompok tersebut membawa sejumlah tuntutan dari Pati ke tingkat nasional, antara lain desakan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan dan penguatan upaya pemberantasan korupsi.

Perjalanan Botok dalam politik lokal Pati juga mengalami perubahan sikap yang cukup mencolok. Ia diketahui pernah berada di barisan pendukung Sudewo pada Pilkada Pati 2024. Bahkan, desa tempat tinggalnya disebut menjadi salah satu wilayah dengan perolehan suara tinggi bagi Sudewo di Kecamatan Margorejo.

Namun, setelah Sudewo terpilih sebagai Bupati Pati, Botok berbalik menjadi salah satu pengkritiknya. Perubahan sikap tersebut terjadi ketika Botok mulai menilai sejumlah kebijakan pemerintahan Sudewo tidak berpihak kepada masyarakat.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), yang kemudian turut memicu gelombang penolakan masyarakat.

Botok bersama elemen AMPB selanjutnya ikut mengawal tuntutan agar Sudewo mundur dan terlibat dalam rangkaian gerakan masyarakat yang berkembang di Pati pada 2025.

Aktivitas Botok dalam gerakan tersebut kemudian membawanya ke persoalan hukum. Setelah sidang paripurna DPRD Pati pada 31 Oktober 2025 memutuskan tidak memakzulkan Sudewo, aksi demonstrasi kembali berlangsung dan berujung pada pemblokiran Jalan Raya Pantura Pati-Juwana selama sekitar 10-15 menit.

Dalam perkara tersebut, Botok bersama Teguh Istiyanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang berkaitan dengan penghasutan. Perkara itu kemudian disidangkan di Pengadilan Negeri Pati.

Pada 5 Maret 2026, majelis hakim menjatuhkan hukuman enam bulan penjara dengan masa pengawasan selama 10 bulan kepada keduanya. Karena hukuman tersebut merupakan pidana bersyarat, keduanya tidak langsung menjalani hukuman di dalam penjara selama memenuhi ketentuan selama masa pengawasan.

Botok dan Aksi Demo di Jakarta

Memasuki Agustus 2026, nama Botok kembali mencuat bukan hanya karena rencana aksi AMPB di Jakarta, tetapi juga akibat polemik rekening pribadinya yang berisi sekitar Rp80,9 juta telah diblokir oleh Bank Mandiri.

Botok menyatakan dana tersebut berasal dari uang pribadi serta patungan dan bantuan masyarakat yang dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan operasional massa dalam aksi di depan Gedung DPR RI hari ini.

Namun, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Riduan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Rabu (26/8/2026) menyatakan rekening milik Supriyono alias Botok, akan diaktifkan kembali.

Menurutnya, Bank Mandiri akan menindaklanjuti permintaan yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya dan Komisi III DPR RI, setelah sebelumnya rekening tersebut mengalami penundaan transaksi.

"Sebagai bank yang melayani nasabah dengan konsekuensi yang diatur di dalam peraturan, maka kami akan menindaklanjuti, Pak Direskrimum, apa yang tadi disampaikan untuk segera melakukan pengaktifan kembali rekening yang kemarin disampaikan untuk dilakukan penundaan transaksi," kata Riduan.

Di tengah persoalan tersebut, Botok tetap dikaitkan dengan persiapan AMPB untuk membawa aspirasi masyarakat Pati ke Jakarta. Tim perintis kelompok tersebut disebut telah berada di Jakarta sejak 21 Agustus 2026 untuk melakukan konsolidasi dan mempersiapkan aksi.

Dalam agenda 27 Agustus, AMPB berencana menyuarakan isu yang lebih luas di tingkat nasional.

“Cuma 2 saja tidak banyak: 1. Sahkan ruu perampasan aset; 2. Hukum mati koruptor. Tidak usah banyak-banyak cuma 2 itu saja simpel kan?” bunyi salah satu unggahan di akun IG @pati_melawan terkait tuntutan yang akan mereka sampaikan di demo 27 Agustus hari ini.

Baca juga artikel terkait DEMO atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra