tirto.id - Grup musik NDX AKA secara resmi membatalkan penampilannya di Pati, Jawa Tengah. Semula, grup beranggotakan Yonanda Frisna dan Fajar Ari itu dijadwalkan bernyanyi di Pati pada Kamis (27/8/2026). NDX AKA menyebut alasan pembatalan dikarenakan situasi yang berkembang.
PPembatalan itu telah diumumkan oleh grup musik NDX AKA pada Selasa (25/8). Melalui akun Instagram resminya, NDX AKA menyatakan membatalkan penampilan mereka pada Kamis mendatang.
“NDX AKA dengan berat hati memutuskan membatalkan penampilan pada acara Pati Full Vibes,” tulis keterangan resmi grup musik asal Yogyakarta tersebut.
Keputusan itu diumumkan setelah NDX AKA menerima kritikan tajam dari warganet. Oleh banyak warganet, NDX AKA dinilai tidak memiliki kepekaan terhadap masyarakat karena tampil dalam acara Pati Full Vibes di Halaman Stadion Joyo Kusumo.
Hingga akhirnya grup pelantun lagu “Tewas Tertimbun Masa Lalu” itu memutuskan untuk membatalkan penampilan mereka. Namun, mengapa penampilan di sebuah acara tersebut menyulut kritik tajam warganet?
Kontroversi Konser NDX AKA di Pati Sampai Dihujat Warganet
Perhatian publik atas grup NDX AKA belakangan ini muncul seiring dengan dinamika politik yang tengah terjadi di Pati. Kritikan warganet terhadap mereka juga dilatari oleh hal tersebut.
Semula, warga Pati dijadwalkan menggelar unjuk rasa untuk menuntut keberlanjutan penanganan kasus korupsi yang menjerat Bupati Pati nonaktif Sudewo. Ia kini telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Unjuk rasa di Pati ini sendiri merupakan rangkaian peristiwa yang bermula sejak tahun Agustus 2025 lalu. Kala itu, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menginisiasi ribuan masyarakat Pati untuk menuntut pengunduran diri Bupati Sudewo.
Saat itu, tuntutan dilayangkan sebagai imbas kebijakan kenaikan pajak daerah. Unjuk rasa ini menarik perhatian publik secara luas karena kebijakan pajak serupa juga diterapkan di berbagai daerah.
Akan tetapi, tuntutan utama agar Sudewo mengundurkan diri dari jabatannya tidak berhasil tercapai. Tekanan dari ribuan warga Pati yang protes tak cukup untuk membuat Sudewo tersingkir dari jabatannya.
Hingga kemudian, KPK menetapkan Sudewo sebagai tersangka dalam kasus korupsi DJKA Kementerian Perhubungan. Sudewo diduga telah melakukan praktik korupsi terkait proyek tersebut semasa menjabat sebagai DPR RI.
Kini unjuk rasa itu dijadwalkan kembali berlanjut. AMPB kembali menginisiasi unjuk rasa pada 27 Agustus 2026. Kali ini, aliansi ini direncanakan datang ke Gedung DPR/MPR RI di Jakarta untuk membawa dua tuntutan utama, yakni mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset dan percepatan penanganan kasus korupsi yang menjerat Sudewo.
Akan tetapi, seiring waktu pelaksanaan aksi makin dekat, NDX AKA muncul dalam polemik sebagai kontroversi. Hal ini dipicu oleh jadwal penampilan grup musik itu di Pati pada 27 Agustus 2026, tepat di hari AMPB menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta.
Jadwal penampilan NDX AKA di Pati itu kemudian memicu kritik tajam dari warganet. Muncul spekulasi bahwa konser tersebut sengaja dihelat pada waktu yang sama dengan unjuk rasa.
Warganet juga menduga, pertunjukkan diadakan cukup mendadak. Hal ini dikarenakan Pati Full Vibes sebelumnya tak muncul dalam jadwal penampilan yang rutin dirilis NDX AKA.
NDX AKA kemudian menerima gelombang kritik dari warganet terkait rencana penampilannya di Pati. Hingga akhirnya, NDX AKA memutuskan untuk membatalkannya.
Dalam keterangan resminya, grup pelantun lagu “Kimcil Kepolen” itu menyatakan bahwa keputusan untuk membatalkan penampilan diambil setelah “mempertimbangkan situasi dan kondisi masyarakat”.
“Pembatalan ini bukan untuk menyudutkan pihak mana pun, melainkan bentuk tanggung jawab NDX AKA dalam menyikapi situasi yang berkembang,” tulis keterangan resmi NDX AKA.
“Kami memohon maaf kepada seluruh NDX AKA Familia di Pati yang telah menantikan penampilan kami. Terima kasih atas pengertian, dukungan, dan doa dari seluruh NDX AKA Familia,” lanjut mereka.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































