Siaga Darurat Kekeringan, 14 Kecamatan di Gunungkidul Krisis Air

Reporter: Irfan Amin, tirto.id - 14 Agu 2023 09:46 WIB
Pemkab Gunungkidul menetapkan status siaga darurat kekeringan hingga 30 September 2023.
tirto.id - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menetapkan status siaga darurat kekeringan. Sebanyak 14 dari 18 kecamatan/kapanewon di Gunungkidul mengalami kesulitan air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan wilayah Gunungkidul sudah memasuki puncak musim kemarau.

"Untuk antisipasi dampak dari kekeringan yang semakin meluas, BPBD telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Kebijakan ini berlaku hingga 30 September 2023," kata Sumadi di Gunungkidul, Senin (14/8/2023).

Sumadi mengatakan penetapan status tersebut bersifat situasional karena bisa diperpanjang melihat kondisi terkini di lapangan.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Gunungkidul, dari 14 kapanewon terdapat 55 kelurahan yang berpotensi terdampak kekeringan. Bencana ini tersebar di 350 dusun dengan jumlah warga terdampak sebanyak 107.853 jiwa.

"Untuk Kepala Keluarga (KK) ada 30.526 keluarga yang tersebar di 816 RT,” kata Sumadi.

Kapanewon yang diprediksi terbebas dari krisis air bersih meliputi Wonosari, Karangmojo, Playen, dan Semin.

"Empat kecamatan tersebut bebas darurat kekeringan," katanya.

Lewat status siaga darurat kekeringan, BPBD mendapatkan tambahan anggaran penyaluran air bersih melalui pos belanja tak terduga milik Pemkab Gunungkidul.

“Anggaran di BPBD masih tersedia sehingga belum meminta tambahan melalui BTT,” kata Sumadi.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan tahun ini lembaganya mengalokasikan anggaran penyaluran air sebanyak Rp230 juta. Rencananya dipergunakan menyalurkan bantuan sebanyak 1.000 tangki.

“Bantuan terus kami salurkan ke warga yang membutuhkan. Saat ini baru sekitar 65 kali distribusi air," kata Purwono.


Baca juga artikel terkait STATUS SIAGA DARURAT KEKERINGAN atau tulisan menarik lainnya Irfan Amin
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight