Bencana Kekeringan di Papua Tengah, Polri Kirim 264 Ton Beras

Reporter: Adi Briantika, tirto.id - 10 Agu 2023 14:58 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Polri mengirimkan 1.500 paket sembako berisikan 5 kg beras, mie instan, susu kental manis, ikan sarden & kecap manis; 1.000 jaket dewasa & 150 jaket anak.
tirto.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyalurkan 264,7 ton beras hingga 1.500 paket sembako untuk masyarakat Papua Tengah yang terdampak bencana kekeringan serta kelaparan.

Bantuan dikirimkan ke wilayah Papua Tengah untuk diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. "Jumlah bantuan sosial saat ini 264,7 ton beras," ucap Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Kamis, (10/8/2023).

Kapolri juga mengirimkan 1.500 paket sembako berisikan 5 kilogram beras, mie instan, susu kental manis, ikan sarden, dan kecap manis; 1.000 jaket dewasa dan 150 jaket anak.

Untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Papua Tengah, Polri bekerja sama dengan TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemda Kabupaten Puncak untuk mendistribusikan bantuan tersebut.

Bantuan ini dibawa menggunakan pesawat dari Timika menuju lokasi bencana di Agandugume sekitar 40 menit perjalanan dan ke Sinak sekira 1 jam perjalanan.

"Bantuan yang sampai di Agandugume kemudian didistribusikan menuju jalur darat atau jalan kaki ke Lambewi dan Oneri dengan estimasi selama setengah hari," jelas Sandi.

Diketahui, kekeringan melanda di Papua Tengah beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah warga meninggal akibat kelaparan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengklaim kekeringan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dapat teratasi.

Kekeringan masih akan terjadi akibat faktor musim. Pemerintah akan tetap mengirimkan suplai logistik ke lokasi bencana selama tiga bulan ke depan.

“Untuk masalah kekeringan di Kabupaten Puncak sekarang teratasi, suplai logistik lancar," ucap Muhadjir di Istana Kepresidenan, Selasa, (8/8/2023).


Faktor Alam

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa Papua Tengah memang mengalami kekeringan secara alami, sehingga pihaknya pun tidak bisa memodifikasi cuaca di daerah tersebut.

"Modifikasi cuaca hanya bisa dilakukan kalau masih ada awan hujan. Kalau awan tipis seperti itu tidak bisa, kurang lebih kelembaban mencapai 70 persen atau lebih," kata dia, kemarin.

Potensi kekeringan akan terus meningkat di Papua Tengah dan hujan diprediksi baru turun pada November.





Baca juga artikel terkait KEKERINGAN PAPUA atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Reja Hidayat

DarkLight