Menuju konten utama

Shell Rilis Produk Shell Midel, Bidik Pasar Transmisi Listrik

Kehadiran Shell Midel jadi salah satu upaya menangkap peluang penjualan di Indonesia yang merupakan salah satu pasar terbesar di ASEAN.

Shell Rilis Produk Shell Midel, Bidik Pasar Transmisi Listrik
Managing Director Lubricants Shell Indonesia, Andri Pratiwa. tirto.id/Natania Longdong

tirto.id - Shell Indonesia resmi meluncurkan Shell Midel, cairan transformator atau trafo untuk sektor jaringan tenaga listrik. Produk ditujukan untuk skala industri atau business-to-business (B2B) dengan membidik sejumlah perusahaan strategis milik pemerintah maupun swasta.

Managing Director Lubricants Shell Indonesia, Andri Pratiwa, mengatakan cairan Shell Midel untuk trafo dapat meningkatkan keamanan terhadap potensi kebakaran serta mudah terurai secara hayati atau readily biodegradable.

"Yang intinya adalah trafo ini bisa tahan terhadap kondisi panas berlebih. Bahkan sampai di atas 300 derajat Celcius. Trafo-trafo lainnya itu biasanya di bawah 200. Jadi ada flashpoint dan firepoint. Nah firepointnya untuk trafo (yang menggunakan) Midel ini di atas 300," kata Andri kepada wartawan usai peluncuran Shell Midel di Plataran Hutan Kota, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Shell Midel dapat digunakan untuk berbagai sektor jaringan listrik, mulai dari transformator daya dan distribusi arus utama hingga transformator khusus yang digunakan dalam energi terbarukan, serta sektor kereta api, pertambangan, dan industri lainnya.

Andri menjelaskan bahwa kehadiran Shell Midel menjadi salah satu upaya Shell menangkap peluang penjualan di Indonesia yang merupakan salah satu pasar terbesar di ASEAN. Apalagi kebutuhan listrik di Indonesia masih termasuk yang terendah secara per kapita.

"Karena memang Indonesia ini adalah market yang selain juga salah satu, tentu di ASEAN. Salah satu juga yang terbesar di ASEAN. Dan kalau melihat dari penduduk, populasi di Indonesia, Indonesia adalah four largest population. Dan kebutuhan listriknya itu masih yang terendah per-kapita," ujar Andri.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah PT PLN, Abdul Salam Nganro, mengatakan bahwa pihaknya siap melakukan kolaborasi dengan Shell Indonesia demi menciptakan net zero emission pada 2060.

"Produk ini akan membantu PLN yang pertama adalah pengurangan karbon tentunya ya. Pengurangan karbon karena tadi sudah disampaikan Pak Andri, dengan produk yang baru ini tentu akan berdampak pada pengurangan karbon secara operasional, kemudian tentu akan berdampak pada optimasi umur peralatan kami," ungkap Abdul.

Baca juga artikel terkait SHELL INDONESIA atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Hendra Friana