Menuju konten utama

Setahun Pramono-Rano, DPRD DKI Ingatkan Tiga Prioritas Utama

DPRD DKI Jakarta mendukung pemerintahan Pramono–Rano untuk fokus pada penanganan masalah banjir, kemacetan, dan kemiskinan.

Setahun Pramono-Rano, DPRD DKI Ingatkan Tiga Prioritas Utama
Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah’ di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. foto/Dok. DDJP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - DPRD DKI menegaskan komitmen mendukung kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno dalam mendorong pembangunan Jakarta yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan warga.

Sebagai mitra strategis pemerintah daerah, DPRD DKI Jakarta menjalankan perannya dalam fungsi legislasi, penganggaran, hingga pengawasan guna memastikan program prioritas Pemerintah Provinsi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Penegasan dukungan ini disampaikan dalam momentum peringatan setahun pemerintahan Pramono-Rano di DKI Jakarta. Namun, DPRD DKI juga mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mengapresiasi capaian kinerja Pemprov DKI Jakarta selama satu tahun terakhir. Dia bahkan menilai capaian kinerja pemerintahan Pramono-Rano dalam setahun terakhir sebesar 97 persen, sementara sisanya masih dalam proses.

Meskipun begitu, dia mengingatkan ada tiga persoalan utama yang harus menjadi prioritas hingga akhir masa kepemimpinan Pramono–Rano. "Poin pertama adalah tentang banjir di Jakarta. Yang kedua adalah kemacetan. Dan ketiga adalah masalah kemiskinan," ujar Wibi seusai menghadiri talk show bertajuk ‘Satu Tahun Membangun Jakarta dari Bawah’ di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026) lalu.

Dia mencontohkan, normalisasi Sungai Ciliwung penting dilanjutkan sebagai solusi jangka panjang dalam pengendalian banjir. Selain itu, perluasan layanan transportasi publik, termasuk Transjabodetabek, diperlukan sebagai langkah strategis untuk mengatasi kemacetan.

"Kita support TransJakarta untuk bisa lebih ekspansi ke wilayah-wilayah penyangga Jakarta," kata dia.

Wibi pun menilai keberlanjutan Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) penting untuk menekan angka kemiskinan. "Pak gubernur sudah buktikan tidak ada pengurangan KJP di Jakarta. Insyaallah akan terus bertambah," lanjut dia.

Ke depan, Wibi memastikan, DPRD akan terus memperkuat sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta melalui pengawasan dan penyerapan aspirasi masyarakat. Menurut dia, keberhasilan pembangunan akan memperkuat kepercayaan diri warga Jakarta dalam menyongsong status kota global.

"Itu pasti akan menumbuhkan rasa percaya diri bagi warga Jakarta untuk menatap global city," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, juga mengapresiasi hasil kinerja pemerintahan Pramono-Rano dalam setahun terakhir. Namun, dia mencatat masih ada sejumlah tantangan di tengah keterbatasan fiskal.

Dia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang berpihak pada kepentingan publik. “Tantangan ke depan adalah memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat Jakarta, termasuk dalam penanganan kemiskinan,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai kegiatan syukuran satu tahun kepemimpinannya menjadi ruang refleksi sekaligus evaluasi kebijakan Pemprov DKI Jakarta.

“Ini menjadi kontemplasi bagi kami untuk mendapatkan masukan dari masyarakat atas kebijakan yang telah dijalankan,” ujar Pramono.

Pramono menambahkan, fokus pemerintahannya selama setahun terakhir diarahkan pada penguatan layanan dasar seperti transportasi publik, pengendalian banjir, hingga penataan kawasan padat penduduk dan ruang terbuka hijau.

Dia pun memastikan akan melanjutkan program normalisasi sungai secara masif pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir di Jakarta. "Kami lanjutkan untuk Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Termasuk beberapa pengerukan atau normalisasi di Jakarta Barat," tutur Pramono.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis