tirto.id - Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulsel-Sulbar) mencatat capaian signifikan dalam penyerapan gabah dan beras petani. Hingga pertengahan Mei 2025, Bulog Sulsel-Sulbar telah menyerap 682.740 ton gabah setara beras, menempatkan Sulsel di peringkat kedua nasional setelah Jawa Timur.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sulsel-Sulbar, Fahrurozi, menyatakan keberhasilan ini merupakan hasil kerja terstruktur dan koordinasi yang kuat di lapangan. Target awal pengadaan gabah 139.825 ton telah direvisi menjadi 741.722 ton.
Dari sebanyak 11 kantor cabang, realisasi penyerapan gabah mencapai 485 persen dari target awal dan 92 persen dari target revisi. Untuk beras setara gabah, target revisi sebesar 566.622 ton, dengan realisasi mencapai 416.574 ton atau 73,5 persen.
Fahrurozi juga menegaskan komitmen Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras serta mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan.
Dengan dukungan lintas sektor dan kinerja yang optimal, Sulsel menegaskan kembali perannya sebagai lumbung pangan strategis nasional.

Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, mengapresiasi keberhasilan tersebut. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara Bulog, petani, dan pemerintah daerah menjadi kekuatan besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"Alhamdulillah, berkat kerja kolaborasi seluruh stakeholder Bulog di Sulsel-Sulbar, kita bisa menempati posisi kedua di Indonesia setelah Jawa Timur,” kata Cicu, sapaan akrabnya, di Gedung DPRD Sulsel, pada Rabu (21/5/2025).
Menurut Cicu capaian ini sangat membanggakan, mengingat tantangan geografis dan infrastruktur Sulsel yang berbeda dengan daerah-daerah di Pulau Jawa.
“Jawa lebih unggul dari sisi luasan wilayah, penduduk, dan infrastruktur. Tapi Sulsel mampu bersaing dan melampaui banyak daerah lain,” ujarnya.
Cicu pun berharap tren positif ini terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Ke depan, Bulog Sulsel diharapkan tetap menjadi tulang punggung pangan, tidak hanya di Sulsel tetapi juga kawasan Indonesia Timur,” tutup Cicu.
Penulis: Viralin Makassar
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id





































