Menuju konten utama

Serapan Bulog Tembus 2 Juta Ton, Stok Beras Capai 3,6 Juta Ton

Prihasto menegaskan Bulog akan terus melanjutkan penyerapan hasil panen petani secara optimal.

Serapan Bulog Tembus 2 Juta Ton, Stok Beras Capai 3,6 Juta Ton
Pekerja mengangkat beras di kawasan Pasar Dargo, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/4/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Spt.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perum Bulog berhasil menyerap lebih dari 2 juta ton setara beras dari hasil petani dalam negeri hingga awal Mei 2025. Pencapaian ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung petani nasional sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

Dengan tambahan serapan ini, maka stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog kini telah melampaui 3,6 juta ton. Jumlah stok ini merupakan pencapaian tertinggi dalam 57 tahun berdirinya Bulog.

“Stok tersebut siap digunakan untuk mendukung berbagai program pemerintah sesuai penugasan," ujar Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, dalam keterangannya dikutip Sabtu (10/5/20205).

Prihasto menegaskan bahwa Bulog akan terus melanjutkan penyerapan hasil panen petani secara optimal guna memastikan harga gabah tetap menguntungkan petani. Ini sekaligus menjaga ketersediaan beras yang cukup bagi masyarakat.

“Sesuai dengan penugasan pemerintah, kami membeli gabah kering panen dari petani dengan harga Rp6.500,-/kg. Melalui Tim Jemput Gabah Perum Bulog, bekerjasama dengan penyuluh pertanian dan Babinsa di lapangan, kami pastikan Bulog terus melakukan penyerapan sampai seluruh gudang penuh.” tambah Prihasto.

Perum Bulog terus melakukan penyerapan gabah kering panen melalui petani langsung, kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Selain itu, Bulog juga melakukan penyerapan beras bekerjasama dengan para penggilingan padi di seluruh Indonesia mulai dari skala penggilingan kecil hingga besar.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, sebelumnya mengeklaim kecukupan stok beras beras nasional saat ini mencapai 3,4 juta ton. Stok ini bahkan disebutnya menjadi tertinggi selama puluhan tahun atau bahkan sejak Indonesia merdeka.

“Pertama, capaian stok beras kita tertinggi selama 23 tahun. Bahkan bisa jadi itu selama merdeka,” jelas Amran dalam keterangan resmi yang diterima Tirto, Jumat (2/5/2025).

Selain masalah stok, kata Amran, serapan beras yang dilakukan oleh Perum Bulog juga tercatat positif. Sampai dengan April Bulog berhasil menyerap 1,3 juta ton beras. Ini juga menjadi rekor serapan tertinggi selama tujuh tahun terakhir yang rata-rata hanya mencapai 1,2 juta ton.

Hingga 28 April 2025, Bulog juga telah menyewa gudang tambahan untuk menampung 1,15 juta ton beras. Adapun serapan harian Bulog untuk saat ini tercatat sebesar 51.530 ton per hari, sehingga stok beras nasional di gudang Bulog telah mencapai 3.256.428 ton.

Dari segi produksi, lanjut Amran, juga cukup baik. Berdasarkan data BPS hingga April 2025, produksi gabah nasional mencapai 13,9 juta ton. "Kedua adalah produksi kita lompatannya tertinggi juga sesuai BPS, bukan kata saya,” imbuh Amran.

Baca juga artikel terkait STOK BERAS atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Insider
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Abdul Aziz