tirto.id - Tiga band metal Indonesia, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit, melanjutkan rangkaian tur Eropa mereka setelah konser di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, yang sebelumnya dijadwalkan bersama promotor Diablo Productions batal digelar.
Kabar tersebut disampaikan Death Vomit melalui akun Instagram resminya, @deathvomitofficial. Band death metal asal Yogyakarta itu menyebut rangkaian Cataclysmic Tour kembali dimulai di Eindhoven, Belanda.
“European leg of Cataclysmic Tour starts today at Blue Collar Cafe with @deadsquad.official and @jasad_official,” tulis Death Vomit.
Ketiga band tersebut kemudian tampil dalam festival Death Feast yang digelar di Andernach, Jerman, pada Jumat (21/8/2026). Berdasarkan poster yang diunggah Death Vomit, ketiganya masuk dalam daftar penampil bersama sejumlah band metal dari berbagai negara.
Death Vomit dijadwalkan tampil pada pukul 16.00-16.30 waktu setempat. Jasad menyusul pada pukul 16.45-17.15, sedangkan DeadSquad dijadwalkan tampil pada pukul 18.15-18.45. Penampilan ketiga band Indonesia tersebut juga terekam dalam Instagram Story masing-masing.
Sempat Terdampar & Ditampung Warga Irlandia
Sebelumnya, rangkaian tur Eropa DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit menghadapi kendala setelah konser di Cork dan London batal digelar. Persoalan tersebut mencuat setelah venue London, The Underworld Camden, menyatakan bahwa promotor tidak melakukan reservasi atau penyewaan venue secara resmi untuk pertunjukan yang dijadwalkan berlangsung.
Ketiga grup memulai Cataclysmic Tour di Eropa pada Sabtu sebelumnya melalui pertunjukan di Lost Lane, Dublin. Setelah konser pembuka tersebut, mereka menghadapi persoalan terkait akomodasi, pengaturan venue, dan perjalanan menuju kota berikutnya.
Akibat persoalan tersebut, pertunjukan di Cork dan London akhirnya batal. Sebanyak 16 anggota band dan kru dari DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit kemudian sempat terdampar di Irlandia. Mereka untuk sementara tinggal di rumah seorang perempuan Irlandia bernama Alisa Dempsey.
Setelah mengetahui kondisi yang dialami ketiga band tersebut, Alisa membuka kampanye penggalangan dana melalui GoFundMe. Dana tersebut ditujukan untuk membantu biaya perjalanan para personel sekaligus membawa seluruh perlengkapan mereka menuju lokasi pertunjukan berikutnya.
“Ketika Deadsquad, JASAD, dan Death Vomit terdampar di sini, di Irlandia, saya membuka rumah saya untuk menampung mereka semua—16 orang, termasuk anggota band dan kru—sementara mereka mencari tahu langkah selanjutnya,” tulis Alisa di laman GoFundMe.
Berdasarkan pantauan Tirto di laman GoFundMe pada Sabtu (22/8/2026) pukul 10.00 WIB, donasi yang terkumpul telah mencapai 5.577 euro atau sekitar Rp115 juta dari 119 donatur.
Dukungan tersebut datang dari berbagai pihak, termasuk warga negara asing, diaspora Indonesia, dan sejumlah figur publik. Solidaritas dari Indonesia juga mengalir. Komedian Boris Bokir tercatat memberikan donasi sebesar 1.000 euro atau sekitar Rp20 juta. Sementara itu, Ananda Omesh menyumbang 200 euro atau sekitar Rp4 juta.
Kronologi Deadsquad, Jasad, & Death Vomit Diduga Ditipu Promotor
Menurut unggahan Instagram The Underworld Camden (@theunderworldcamden) pada 17 Agustus 2026, konser DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit yang dijadwalkan berlangsung malam itu di London dibatalkan setelah pihak venue menyatakan tidak dapat memastikan penyelenggaraan acara.
The Underworld Camden menyebut promotor Diablo Productions, yang dikaitkan dengan Anna Bikuna, tiba-tiba tidak dapat dihubungi, tidak merespons komunikasi, serta disebut belum membayar atau menyewa venue untuk pertunjukan tersebut.
Pihak venue juga mengatakan bahwa promotor menghapus halaman Facebook, menonaktifkan tag dan pesan Instagram, sehingga status penyelenggaraan konser menjadi tidak jelas.
Pembatalan tersebut berdampak pada tiga band asal Indonesia, yakni Jasad, Death Vomit, dan DeadSquad, serta band pendukung lokal Incarcerated yang tengah menjalani rangkaian tur Eropa.
“Promotor DiabloProductionsOfficial / oconnorannaie / Anna Bikuña telah menghilang, mengabaikan semua kontak dari kami, belum membayar/menyewa tempat, menghapus Facebook, mematikan tag & pesan Instagram, dan telah meninggalkan tiga artis Indonesia yang seharusnya melakukan tur besar di Eropa tanpa hasil,” tulis The Underworld Camden.
“Kami turut prihatin terhadap para artis yang telah diperlakukan tidak adil dan disesatkan: @Jasadb_Official, @DeathVomitOfficial dan @Deadsquad.official, serta artis pendukung lokal @IncarceratedOfficial, dan lainnya di seluruh Uni Eropa,” lanjutnya.
The Underworld Camden juga menyebut pertunjukan di Cork, Irlandia, yang dijadwalkan sehari sebelumnya, telah lebih dulu dibatalkan dengan alasan serupa.
“Kami tidak yakin tiket apa yang dijual DiabloProductionsOfficial melalui Eventbrite untuk pertunjukan malam ini, karena mereka tidak memberikan tanggapan, tetapi kami berharap semua uang tiket dikembalikan kepada pelanggan. Kami telah menghubungi Eventbrite untuk memastikan hal ini,” tutup unggahan tersebut.
Di sisi lain, Deadsquad, Jasad, dan Death Vomit melalui pernyataan resminya menjelaskan bahwa persoalan dengan Diablo Productions tidak hanya menyangkut pembatalan dua pertunjukan, tetapi juga berbagai kebutuhan tur yang sebelumnya telah dijanjikan dan disepakati, termasuk venue, transportasi, akomodasi, serta komunikasi.
Untuk konser London, menurut mereka, pihak venue akhirnya menghubungi mereka secara langsung melalui Instagram dan menyampaikan bahwa Diablo Productions ternyata belum secara resmi melakukan reservasi maupun menyewa venue tersebut.
“Berbagai hal yang telah dijanjikan dan disepakati, termasuk venue, transportasi, akomodasi, dan komunikasi, tidak dipersiapkan dan dijalankan dengan baik. Salah satu masalah terjadi pada show London, yang akhirnya dibatalkan oleh pihak venue,” bunyi pernyataan resmi itu.
Venue tersebut juga disebut telah berulang kali mencoba menghubungi pihak promotor melalui email dan telepon untuk memperoleh konfirmasi, tetapi tidak mendapat tanggapan.
Dengan kondisi tersebut, konser London akhirnya batal dan para musisi Indonesia yang sedang menjalani tur Eropa menghadapi gangguan serius terhadap rangkaian jadwal mereka.
DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit menjelaskan bahwa persoalan dengan Diablo Productions mencapai titik kritis setelah penampilan mereka di Lost Lane, Dublin, Irlandia. Setelah pertunjukan tersebut, promotor disebut gagal menyediakan akomodasi dan transportasi yang diperlukan untuk menuju kota berikutnya.
Kondisi itu membuat ketiga band tidak dapat melanjutkan perjalanan sesuai jadwal menuju Cork, Irlandia, dan London, Inggris, yang kemudian berujung pada pembatalan pertunjukan di kedua kota tersebut.
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































