Menuju konten utama

Jawab Kritik, Prambanan Jazz Festival 2026 Tampil Lebih Ngejazz

Prambanan Jazz Festival 2026 mengusung konsep baru "Playing Jazz" untuk menarik generasi muda.

Jawab Kritik, Prambanan Jazz Festival 2026 Tampil Lebih Ngejazz
Prambanan Jazz Festival 2026 akan kembali digelar di Candi Prambanan pada 3, 4, 5 Juli 2026. tirto.id/cahyo purnomoedi
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Prambanan Jazz Festival 2026 akan kembali digelar di Candi Prambanan pada 3, 4, dan 5 Juli mendatang. Ini akan menjadi penyelenggaraan ke-12 festival musik yang telah hadir sejak Oktober 2015 tersebut.

Mengusung tema Celebrate the Joy, Prambanan Jazz Festival 2026 akan hadir dengan nuansa jazz yang lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Founder Prambanan Jazz Festival, Anas Syahrul Alimi, mengatakan upaya tersebut merupakan jawaban atas kritik yang selama ini mengemuka terkait komposisi penampil, yang dinilai belum cukup merepresentasikan musik jazz.

"Kami selalu mendengarkan kritikan dari banyak pihak dan terus berupaya memperbaikinya. Tahun ini, berdasarkan perhitungan kami 63 persen penampil di Prambanan Jazz Festival memiliki unsur jazz. Ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang ada di bawah 50 persen," kata Anas, Kamis (2/7/2026).

Anas menjelaskan, Prambanan Jazz Festival 2026 menghadirkan program Playing Jazz. Melalui program ini, musisi yang selama ini dikenal di luar genre jazz diajak mengaransemen lagu-lagu mereka dengan sentuhan musik jazz.

"Kami mengajak mereka untuk mengaransemen musik-musik mereka menjadi musik jazz. Kami berdiskusi juga dengan mereka tentang hal ini," tutur Anas.

Selain itu, Prambanan Jazz Festival 2026 juga menghadirkan panggung Langgam yang secara khusus menampilkan musisi-musisi jazz murni.

Menurut Anas, langkah tersebut merupakan upaya memperkenalkan musik jazz kepada generasi muda. Hal itu dilakukan karena festival ini juga menghadirkan sejumlah musisi populer yang digemari kalangan muda.

"Ketika mereka datang untuk menonton musisi favoritnya tiba-tiba mereka menyaksikan penampilan pianis kelas dunia seperti Joey Alexander. Saya berharap mereka ini kemudian menonton dan berkata, 'ternyata jazz ini keren juga ya'," terang Anas.

Anas menambahkan, pihaknya juga melibatkan Syahdu Rasjidi sebagai kurator Prambanan Jazz Festival 2026. Salah satu tugasnya adalah mengkurasi jajaran penampil agar tetap sejalan dengan identitas festival.

Sementara itu, Syahdu Rasjidi mengatakan tugas seorang kurator bukan sekadar menentukan siapa yang tampil, melainkan memastikan festival terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya.

"Dalam beberapa tahun terakhir, banyak diskusi mengenai Prambanan Jazz di kolom komentar. Menurut saya, itu justruitu justru menunjukkan bahwa banyak orang peduli terhadap festival ini. Saya menghargai semua masukan tersebut," ujar Syahdu.

Putra maestro jazz Indonesia, Idang Rasjidi, itu menjelaskan bahwa tahun ini representasi musik jazz diperkuat dengan menghadirkan nama-nama seperti Joey Alexander, Margie Segers, Karimata, dan Trisum.

"Saya juga senang dengan konsep 'Playing Jazz' yang menghadirkan genre lain namun tetap mengedukasi publik tentang musik jazz dengan cara mereka masing-masing," katanya.

Menurut Syahdu, sebuah festival harus memiliki identitas, tetapi pada saat yang sama juga harus terus hidup dan berkembang.

"Festival bukan hanya soal siapa yang tampil di panggung, tetapi juga tentang ratusan orang yang bekerja di balik layar, para pelaku UMKM, sponsor, kru produksi, dan seluruh ekosistem yang bergerak di dalamnya," ujarnya.

Ia berharap penonton yang datang untuk menyaksikan musisi populer dapat secara tidak sengaja menemukan kecintaan terhadap musik jazz.

"Setelah penonton datang ke Prambanan Jazz, menyaksikan penampil-penampil populer, lalu mendengarkan Karimata atau Joey Alexander dan kemudian berpikir, 'Ternyata jazz tidak seburuk itu, ternyata enak juga.'," urai Syahdu.

"Jika itu bisa terjadi, maka apa yang sedang kami perjuangkan adalah sebuah keberhasilan," tutup Syahdu.

Baca juga artikel terkait PRAMBANAN JAZZ atau tulisan lainnya dari Cahyo PE

tirto.id - Flash News
Kontributor: Cahyo PE
Penulis: Cahyo PE
Editor: Hendra Friana