tirto.id - Selain dua meja biliar senilai Rp486,9 juta, rumah dinas pimpinan DPRD Sumatera Selatan juga bakal disediakan alat gym hingga perlengkapan lain yang mencapai miliaran rupiah.
Namun rencana itu bakal dibatalkan setelah menuai polemik.
Dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), terdapat beberapa paket pengadaan barang di masing-masing rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel. Rencana pengadaan itu termuat dalam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Paket-paket tersebut adalah pangadaan lampu gantung hias di rumdis Wakil Ketua I senilai Rp604 juta, pengadaan alat gym di rumdis Wakil Ketua II sebesar Rp395 juta, heat pump bagi rumdis Wakil Ketua III mencapai Rp776 juta, dan sound system sebesar Rp200 juta.
Pengadaan perlengkapan tersebut dibenarkan Kepala Bagian Humas DPRD Sumsel Hadiyanto. Menurut dia, kegiatan-kegiatan baru sebatas usulan yang masuk dalam e-katalog dan belum terlaksana.
"Benar, tapi masih baru SIRUP atau rencana yang masuk ke e-katalog LKPP," ungkap Hadiyanto, Jumat (13/3/2026).
Hadiyanto menyebut semua fasilitas itu bertujuan untuk kebutuhan aktivitas anggota dewan. Namun rencana pengadaan bisa saja dibatalkan dengan banyak pertimbangan.
"Ya itu masih bersifat rencana, sekali lagi belum terlaksana," kata Hadiyanto.
Sementara itu, Anggota Badan Anggaran DPRD Sumsel M Yansuri menegaskan, pihaknya akan mengusulkan pembatalan terhadap rencana-rencana kegiatan yang menuai kecaman dari publik.
Massa dari Generasi Muda Institut (GMI) sempat menggelar aksi menolak penggunaan anggaran, yang berseberangan dengan program efisiensi yang dijalankan pemerintah dan menimbulkan kecurigaan penggunaan keuangan negara untuk kepentingan pribadi.
"Pada prinsipnya anggaran ini akan kami batalkan," kata Yansori.
Sebagai anggota Banggar, Yansori menekankan agar anggaran daerah tidak digunakan untuk kepentingan pribadi sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Dia mengingatkan penggunaan anggaran harus mempertimbangkan efektivitas dan faktor lain.
"Yang wajar boleh saja. Kalau rumah pimpinan tidak pakai hordeng juga aneh, tidak ada lampu juga aneh. Intinya tang penting wajar saja," kata Yansori.
Masuk tirto.id































