Menuju konten utama

DPRD Sumsel Anggarkan Meja Biliar Rp486 Juta untuk 2 Pimpinan

Meja biliar tersebut dianggap sebagai kebutuhan penunjang aktivitas pimpinan DPRD Sumatra Selatan.

DPRD Sumsel Anggarkan Meja Biliar Rp486 Juta untuk 2 Pimpinan
Gedung DPRD Sumatera Selatan di Jl. Kapten A. Rivai No.1, Lorok Pakjo, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Foto: Humas DPRD Sumsel

tirto.id - DPRD Sumatra Selatan menganggarkan dua meja biliar untuk dua pimpinan. Tak tanggung-tanggung, dana yang dialokasikan mencapai Rp486 juta.

Alokasi itu tercantum dalam Sistem Informssi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Sekretariat DPRD Sumsel. Anggaran itu juga termuat dalam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang diperbarui pada 7 Maret 2026 pukul 01.47 WIB.

Kabar tersebut dibenarkan Kabag Humas DPRD Sumatra Selatan, Hadiyanto. Dia membenarkan adanya rencana pengeluaran anggaran untuk pembelian dua meja miliar bagi pimpinan DPRD Sumsel yang bakal disediakan di rumah dinas masing-masing.

"Benar, untuk kegiatan pengadaan meja biliar baru masuk di e-katalog LKPP," ungkap Hadiyanto, Senin (9/3/2026).

Dua meja biliar itu masing-masing untuk Ketua DPRD Sumatra Selatan, Andie Dinialdie, sebesar Rp151 juta dan untuk rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel, Ilyas Panji Alam, yang nilainya jauh lebih besar, yakni Rp335,9 juta.

"Alat itu sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan," kata Hadiyanto.

Meski demikian, Hadiyanto menyebut rencana pengadaan belum tentu dapat direalisasikan. Sebab pengadaannya masih berkoordinasi dengan Bagian Umum DPRD Sumsel.

"Untuk pelaksanaan belum, nanti koordinasi dengan Kabag Umum," pungkasnya.

Penjelasan Ketua DPRD Sumsel

Sementara itu, Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, mengatakan pengadaan meja biliar masih dalam pembahasan dan belum ada pembelian. Informasi itu dia dapatkan setelah menghubungi Sekretaris DPRD Sumsel.

"Masih tahap perencanaan, belum ada pembelian," kata Andie.

Andie mengatakan, rencana itu bisa saja dibatalkan jika hasil evaluasi tidak diperlukan mengingat adanya efisiensi anggaran. Dia memastikan akan mendahulukan kebutuhan mendesak dan efisien.

"Bisa ditinjau ulang atau dibatalkan. Kami berterima kasih atas masukan dan kritis masyarakat yang responsif tentang masalah ini," kata Andie.

Baca juga artikel terkait DPRD atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Bayu Septianto