tirto.id - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumatera Selatan akan mengusulkan pembatalan rencana pengadaan meja biliar untuk pimpinan dewan. Langkah ini diambil setelah pengadaan tersebut menjadi sorotan publik.
Anggota Banggar DPRD Sumsel M Yansuri mengungkapkan, usulan tersebut akan segera disampaikan agar rencana pengadaan tidak sampai diteruskan untuk direalisasikan. Sebab rencana yang tidak lolos karena dianggap tidak layak, bisa saja dibatalkan.
"Pada prinsipnya anggaran ini akan kita batalkan, kita segera usulkan pembatalan," ungkap M Yansuri, Jumat (13/3/2026).
Yansuri mengakui dalam proses pembahasan anggaran diikuti oleh perwakilan seluruh fraksi. Namun Yansuri tidak menjelaskan proses hingga rencana pengadaan tersebut masuk dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).
Yansuri juga enggan menyebut pihak yang mengusulkan pengadaan fasilitas tersebut. Dia hanya menekankan agar anggaran daerah tidak digunakan untuk kepentingan pribadi sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
"Ini kebetulan saja dan belum dibelanjakan. Kalau tidak lolos tentu tidak akan dibelanjakan," kata Yansuri.
Diketahui, DPRD Sumsel menganggarkan dua meja biliar untuk dua pimpinan senilai Rp486 juta. Pengadaan alat ini diklaim guna menunjang aktivitas petinggi dewan.
Anggaran tercantum dalam Sistem Informssi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Sekretariat DPRD Sumsel. Rencana itu juga termuat dalam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang diperbarui pada 7 Maret 2026 pukul 01.47 WIB.
Kabag Humas DPRD Sumsel Hadiyanto membenarkan adanya rencana pengeluaran anggaran untuk pembelian dua meja miliar bagi pimpinan DPRD Sumsel yang bakal disediakan di rumah dinas masing-masing. Dia menyebut pengadaannya masuk dalam sistem anggaran.
"Untuk kegiatan (pengadaan meja biliar baru masuk di e-katalog LKPP," ungkap Kabag Humas DPRD Sumsel Hadiyanto, Senin (9/3).
Hadiyanto menjelaskan, dua meja biliar itu masing-masing untuk Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie sebesar Rp151 juta dan untuk rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam dengan nilai anggaran Rp335,9 juta. Barang itu nantinya sebagai penunjang aktivitas anggota DRPD.
"Alat itu sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan," kata Hadiyanto.
Hadiyanto tak menampik rencana pengadaan belum tentu dapat direalisasikan. Sebab pengadaannya masih berkoordinasi dengan Bagian Umum DPRD Sumsel.
"Untuk pelaksanaan belum, nanti dikoordonasikan dengan Kabag Umum dulu," kata Hadiyanto.
Masuk tirto.id































