tirto.id - Duka menyelimuti arus mudik Lebaran 1447 H/2026. Seorang pemudik asal Bali yang tengah dalam perjalanan menuju kampung halaman di Jawa Tengah dilaporkan meninggal dunia di atas bus, Rabu (18/3/2026) pagi.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerak memfasilitasi pemulangan jenazah almarhumah agar dapat segera disemayamkan di rumah duka.
Korban diketahui berinisial RP, seorang ibu rumah tangga yang menempuh perjalanan dari Bali menuju Kebumen, Jawa Tengah. Ia mengembuskan napas terakhir saat bus yang ditumpanginya masih dalam perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk, pintu masuk utama penyeberangan ke Pulau Jawa.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya seorang pemudik berinisial RP, seorang ibu rumah tangga, yang tengah melakukan perjalanan mudik dari Bali menuju Jawa Tengah," ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Umum Ditjen Perhubungan Laut, Heri Junaedi Bakhri, dalam keterangan resminya, Kamis (19/3/2026).
Kejadian nahas tersebut pertama kali diketahui oleh kru bus pada Rabu pagi. Mengetahui hal itu, Kemenhub bersama para pemangku kepentingan seperti Kepolisian RI, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelindo langsung berkoordinasi untuk memastikan proses pemulangan jenazah berjalan dengan layak.
"Kami memastikan pemulangan jenazah dilakukan dengan layak sampai di rumah duka yang berlokasi di Kebumen," tegas Heri.
Proses pemulangan jenazah dimulai pada pukul 14.00 WITA. Almarhumah RP diberangkatkan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dengan menggunakan KMP Dharma Kencana 9.
Sebagai wujud kepedulian dan kehadiran negara, Kepala Distrik Navigasi Cilacap telah ditugaskan untuk turut menyambut kedatangan jenazah di rumah duka di Kebumen.
Heri mengimbau kepada seluruh pemudik untuk tidak memaksakan diri dan selalu waspada terhadap kesehatan.
"Kepada seluruh pemudik, kami turut mengimbau untuk senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan sebelum dan selama perjalanan, beristirahat yang cukup, serta segera melapor kepada petugas di lapangan apabila merasa kondisi badan tidak sehat. Keselamatan jiwa adalah prioritas yang utama," ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































