Menuju konten utama

Satgas PKH Turun ke 3 Provinsi Dalami Dugaan Pembalakan Liar

Dugaan pembalakan liar itu sendiri muncul setelah adanya gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang.

Satgas PKH Turun ke 3 Provinsi Dalami Dugaan Pembalakan Liar
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menerangkan soal eksekusi terpidana kasus suap hakim PN Surabaya, di Kompleks Kejaksaan Agung, Senin (1/12/2025). tirto.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah turun ke Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh untuk menelusuri dugaan illegal logging (pembalakan liar) yang menjadi penyebab banjir bandang serta longsor. Pendalaman ini juga melibatkan personel Polri dan Kementerian Kehutanan.

Dugaan pembalakan liar itu sendiri muncul setelah adanya gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang.

“Ini [Satgas PKH] sedang bergerak. Dari mulai kemarin, sudah bergerak di tiga wilayah itu, baik itu di wilayah Aceh, di wilayah Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," ucap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (5/12/2025).

Anang menerangkan Satgas PKH turun ke lapangan masih dalam tahap mengecek secara menyeluruh kemungkinan-kemungkinan asal kayu gelondongan dan kondisi hutan di tiga provinsi itu. Sehingga, belum spesifik mendalami keterkaitannya dengan perusahaan-perusahaan pertambangan.

"Tim Satgas PKH juga sudah bergerak, mendatangi beberapa lokasi yang diduga adanya perbuatan-perbuatan yang merusak lingkungan hidup sehingga rusaknya ekosistem," ungkap Anang.

Anang juga menyampaikan pendalaman yang dilakukan Satgas PKH akan melihat seberapa besar tingkat kerusakan hutan di tiga provinsi itu. Kemudian, Satgas PKH akan menelusuri kemungkinan kayu-kayu tersebut berasal dari aktivitas pertambangan.

Sebagai informasi, terkait dengan peristiwa bencana longsor dan banjir bandang ini, Kementerian Kehutanan menggunakan Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) untuk mengusut kayu gelondongan yang terbawa arus air banjir bandang di Sumatra. Video menunjukan banyaknya kayu gelondongan diduga hasil pembalakan liar itu pun viral di media sosial.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengungkap bahwa penggunaan AIKO ini agar bisa melihat jenis kayu secara menyeluruh. Sehingga, bisa diketahui bagaimana asal mula kayu gelondongan itu.

"AIKO akan mengetahui anatomi kayu kalau ada cacat di kayu. Misalkan, pakai ditebang atau didorong dengan buldozer itu jadi indikasi. Nanti, kalau buldozer di mana kejadiannya, kalau ditebang secara rapi berarti kira-kira di mana," ucap Raja Juli di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025).

Raja Juli mengemukakan dari indikasi-indikasi awal yang belum konklusif itu, nantinya akan ditelusuri kembali untuk mengetahui lokasi asal kemungkinan kayu itu berasal sebelum terbawa air. Sejauh ini, kata dia, sudah ada sample kayu yang diperiksa.

Baca juga artikel terkait ILLEGAL LOGGING atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi