Menuju konten utama

Salah, Sopir Tangki Pertamina Mogok Akibatkan Pasokan BBM Langka

Video yang beredar itu adalah rekaman lama saat terjadi penyampaian aspirasi terkait iuran Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) bagi awak mobil tangki.

Salah, Sopir Tangki Pertamina Mogok Akibatkan Pasokan BBM Langka
HEADER periksa fakta kelangkaan BBM. tirto.id/Tino
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Beredar di media sosial, video yang diklaim memperlihatkan sopir truk tangki Pertamina mogok kerja hingga menyebabkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) langka di Sumatra. Klaim tersebut diunggah akun Facebook "R Anggi TeamSniper" (arsip) dan "Sukma Watii" (arsip) pada Senin (13/7/2026).

Unggahan itu disertai narasi sebagai berikut:

Pertamina lg kacau nih, info yg aku dpt para pekerja lg mogok pengataran BBM krn uang pesangon nya g di bayar vendor yg lm sampai di ganti vendor yg baru. pengiriman ke setiap SPBU di batasin, hemat" lah klen pakai BBM klo g ada keperluan yg penting x. seluruh sumatra ini,” tulis akun tersebut.

Hingga Jumat (17/7/2026), atau empat hari setelah diunggah, konten tersebut telah memperoleh sekitar 3,3 ribu tanda suka, 471 komentar, dan dibagikan lebih dari 1,2 ribu kali. Lantas, benarkah video tersebut menunjukkan aksi mogok sopir truk tangki Pertamina yang menyebabkan kelangkaan BBM di Sumatra?

periksa fakta kelangkaan BBM

periksa fakta kelangkaan BBM.

Penelusuran Fakta

Tim Riset Tirto terlebih dahulu mengamati video yang beredar. Video tersebut memperlihatkan sekelompok orang mengenakan seragam biru dengan kombinasi oranye. Di sekitar lokasi juga tampak sejumlah mobil tangki Pertamina.

Meski demikian, video tersebut tidak memberikan informasi yang cukup untuk menyimpulkan bahwa peristiwa yang terekam merupakan aksi mogok sopir truk tangki Pertamina yang mengakibatkan kelangkaan BBM di Sumatra. Untuk menelusuri asal-usul video, Tirto menggunakan teknik reverse image search melalui Google Images. Hasil penelusuran menunjukkan video yang sama telah diunggah oleh sejumlah akun di berbagai platform media sosial.

Salah satunya adalah akun Facebook "Cerita Sopir Truk" yang mengunggah video tersebut pada Sabtu (11/7/2026). Dalam keterangannya disebutkan:

Demo sopir BBM. Dari info yang beredar, karena kontrak PT GUN habis di Pertamina yang TDK mau membayarkan hak semua pekerja, maka dari itu kami minta pertanggungjawaban PT GUN. Tolong bantu kami Pak Presiden Prabowo Subianto, Pak Menteri Tenaga Kerja Yassierli, anggota DPR Komisi III, dan pihak terkait mau membantu kami sopir ini.

Namun, unggahan tersebut tidak menyebutkan bahwa aksi itu menyebabkan mogok distribusi BBM ataupun memicu kelangkaan BBM di Sumatra. Selain itu, Tirto juga belum menemukan informasi yang menjelaskan secara utuh lokasi, waktu, maupun konteks lengkap pengambilan video tersebut.

Penelusuran Google Images juga mengarahkan Tirto pada artikel periksa fakta Kompas.com berjudul "[KLARIFIKASI] Penjelasan Pertamina soal Video Sopir Truk Tangki Mogok Kerja" yang terbit pada Rabu (15/7/2026).

Mengutip keterangan Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, video tersebut merupakan rekaman lama yang mendokumentasikan penyampaian aspirasi terkait iuran Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) bagi awak mobil tangki (AMT).

"Video ini dari beberapa minggu yang lalu saat ada penyampaian aspirasi terkait iuran DPLK AMT ke kontraktornya," kata Kitty kepada Kompas.com, Selasa (14/7/2026).

Kitty menegaskan penyampaian aspirasi tersebut berlangsung singkat dan tidak mengganggu operasional distribusi BBM.

"Penyampaian aspirasinya berlangsung sebentar dan tidak menyebabkan terhambatnya operasional distribusi BBM," ujarnya.

Penjelasan serupa juga disampaikan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, yang membantah isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal maupun mogok kerja sopir mobil tangki sebagai penyebab terganggunya distribusi BBM di sejumlah SPBU di Sumatra Utara.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menjelaskan bahwa evaluasi yang dilakukan hanya menyasar awak mobil tangki yang dinilai tidak memenuhi persyaratan atau memiliki kinerja kurang baik. Ia juga membantah narasi yang beredar di media sosial mengenai aksi mogok kerja sopir mobil tangki.

Untuk mengantisipasi keterlambatan distribusi, Pertamina mendatangkan 41 awak mobil tangki dari luar wilayah Sumbagut.

"Kami sampaikan bahwa isu itu tidak benar. Kondisinya di Medan Group masih berjalan dengan baik. Memang secara ritase ada penurunan, namun itu kami back up dengan penambahan mobil tangki," kata Sunardi.

Sebagai konteks, Tirto melaporkan, dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/7/2026), PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena antrean pembelian BBM yang terjadi di Sumatra.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman menjelaskan, stok BBM Pertamina sebenarnya berada dalam kondisi aman. Namun, terjadi lonjakan pembelian jenis BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite.

"Namun demikian tentunya kami menyadari juga bahwa pada beberapa waktu terakhir masih terjadi antrean dan pembelian secara berlebihan atau panic buying di beberapa wilayah di Sumatera secara umum yang juga dipengaruhi oleh kenaikan ataupun shifting dari konsumsi BBM kepada BBM subsidi yaitu Pertalite dan Solar," jelas Taufik.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga melakukan berbagai langkah percepatan normalisasi distribusi, antara lain dengan menambah armada mobil tangki, memperkuat jumlah awak mobil tangki (AMT), mengoperasikan terminal BBM dan sejumlah SPBU selama 24 jam, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan mitra transportasi.

Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal," urai VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora.

Personel TNI juga dilibatkan untuk membantu proses distribusi agar penyaluran BBM ke SPBU dapat kembali berjalan lancar.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pertamina menegaskan bahwa pasokan BBM tetap dalam kondisi aman dan kelangkaan yang terjadi bersifat sementara akibat gangguan distribusi, bukan karena kekurangan stok BBM.

"Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi maupun pelayanan kepada masyarakat. Apabila terdapat personel yang terbukti tidak menjalankan prosedur operasional sesuai ketentuan, perusahaan akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku," tandas Kitty.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim yang menyebut video tersebut memperlihatkan sopir truk tangki Pertamina mogok kerja hingga menyebabkan pasokan BBM langka di Sumatra adalah informasi yang tidak utuh dan perlu diluruskan (missing context).

Pertamina menjelaskan bahwa video tersebut merupakan rekaman lama yang memperlihatkan penyampaian aspirasi terkait iuran Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) bagi awak mobil tangki. Peristiwa tersebut tidak menyebabkan terganggunya distribusi maupun kelangkaan BBM.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA PERTAMINA atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto