Menuju konten utama

Rupiah Perkasa, Ditutup Menguat ke Level Rp17.387 per US$

Rupiah naik 36,5 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.424.

Rupiah Perkasa, Ditutup Menguat ke Level Rp17.387 per US$
Petugas menghitung uang rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (27/10/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat ke level Rp17.387 pada perdagangan Rabu (6/4/2026). Rupiah naik 36,5 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.424.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor internal dan eksternal.

Dari sisi domestik, sentimen positif datang dari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut ekonomi Indonesia mulai memasuki fase percepatan setelah mencatat pertumbuhan 5,61 persen pada kuartal I 2026. Angka ini dinilai menjadi sinyal penguatan tren ekonomi dibandingkan periode sebelumnya.

Meski demikian, percepatan ini belum sepenuhnya dipahami oleh pelaku pasar, yang justru masih menunjukkan kekhawatiran dan cenderung menarik dana dari pasar modal.

Selain itu, Ibrahim menyebut pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat menjaga akselerasi pertumbuhan sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar.

Dari eksternal, penguatan rupiah turut dipicu respons positif pasar terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, meski belum mendapat tanggapan dari Teheran.

Menurut Ibrahim, Trump juga menyatakan akan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz seiring kemajuan negosiasi, meskipun blokade terhadap pelabuhan Iran tetap berlanjut.

"Namun demikian, Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan melanjutkan blokade pelabuhan Iran. Selat Hormuz, yang biasanya membawa kargo setara dengan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia, telah paling terputus sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari," sebut Ibrahim.

Ia menambahkan, pernyataan Trump disampaikan beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberikan pengarahan terkait upaya pengawalan kapal tanker yang sempat terhambat di jalur tersebut.

"Pada hari Senin, militer AS mengatakan telah menghancurkan beberapa kapal kecil Iran, serta rudal jelajah dan drone, saat memandu dua kapal keluar dari Teluk melalui selat tersebut," tutur Ibrahim.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana