tirto.id - Nilai tukar rupiah kembali dibuka merah di level Rp17.855 per dolar AS pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Nilai mata uang Garuda tersebut tercatat mengalami penurunan 0,07 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin senilai Rp17.843 per dolar AS.
Kemudian, berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.08 WIB, rupiah tercatat turun 23 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp17.866 Per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan, rupiah diperkirakan masih akan mengalami tekanan dari greenback yang menguat pada hari ini.
"Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS," kata dia kepada Tirto.
Penguatan mata uang AS tersebut didorong oleh ketidakpastian investor yang kembali menguat terhadap pembicaraan damai AS-Iran. Pada saat yang sama, pasar juga menaruh perhatian besar pada prospek suku bunga Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) ke depan.
"Dolar AS menguat didorong oleh ketidakyakinan investor pada pembicaraan damai AS-Iran serta prospek suku bunga the Fed,” jelasnya.
Dengan berbagai faktor tersebut, Lukman memperkirakan nilai tukar Garuda pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.800-Rp17.900 per dolar AS.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id







































