Menuju konten utama

Rieke Pitaloka Desak Polisi Bongkar Kejanggalan Kematian Ermanto

Rieke Diah Pitaloka menduga adanya kejanggalan besar di balik insiden tragis yang menimpa aktivis Ermanto itu.

Rieke Pitaloka Desak Polisi Bongkar Kejanggalan Kematian Ermanto
Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) sekaligus anggota DPR RI Komisi XIII, Rieke Diah Pitaloka, usai bertemu dengan anak-anak Ermanto Usman di kawasan Jatibening, Bekasi, Rabu 4/3/2026). tirto.id/M. Irfan Al Amin

tirto.id - Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) sekaligus anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, meminta pihak kepolisian tidak terburu-buru menyimpulkan motif kematian Ermanto Usman selaku mantan karyawan JICT sekaligus aktivis antikorupsi hanya sebagai perampokan biasa.

Ermanto diduga dibunuh di kamar tidurnya pada Senin (2/3/2026).

Rieke menduga adanya kejanggalan besar di balik insiden tragis yang menimpa rekan seperjuangannya tersebut. Dia menegaskan indikasi di lapangan menunjukkan motif yang jauh lebih gelap daripada sekadar pencurian dengan kekerasan.

“Indikasi kuat ini bukan pencurian, tidak ada barang yang hilang. Jangan ada yang mem-framing ini perampokan. Ini bukan perampokan karena tidak ada barang yang hilang kecuali kunci mobil, dompet, dan handphone,” kata Rieke usai bertemu dengan anak-anak Ermanto di kawasan Jatibening, Bekasi, Rabu 4/3/2026).

Rieke mengatakan perhiasan yang dikenakan oleh istri korban maupun yang tersimpan di kamar tetap utuh. Hal ini, menurut Rieke, menjadi anomali jika kasus ini disederhanakan sebagai motif ekonomi.

“Semua perhiasan ibunya yang ada di kamar maupun dipakai enggak ada yang hilang,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan sosok Ermanto bukan orang sembarang di mata Rieke. Ermanto tercatat sebagai salah satu saksi kunci dan pejuang dalam Pansus Pelindo di DPR yang pernah dipimpin oleh Rieke.

“Pak Ermanto ini adalah dulu karyawan JICT yang sempat di-PHK begitu dalam kaitan kasus dugaan korupsi yang melibatkan RJ Lino. Dan kemudian dibentuklah Pansus di DPR, kebetulan saya sebagai Ketua Pansus Pelindo-nya,” ungkap Rieke mengenang pertemuannya dengan Ermanto.

Menurutnya, kasus korupsi Pelindo yang diperjuangkan Ermanto melibatkan kerugian negara yang fantastis, mencapai triliunan rupiah. Bahkan, jika menggunakan penilaian future values, kerugiannya disinyalir menyentuh angka puluhan triliun.

Rieke melihat ada korelasi antara kematian Ermanto dengan upaya sang korban yang belakangan kembali menyuarakan pembukaan kembali "peti es" kasus korupsi pelabuhan.

“Saya yakin Pak Ermanto terus memperjuangkan agar dibukanya kasus yang terindikasi dipetieskan. Kasus korupsi di pelabuhan yang terindikasi dipetieskan. Bagaimana beberapa waktu ke belakang, sebulanan begitu, beliau menyuarakan kembali di salah satu podcast,” ungkap Rieke.

Rieke juga meminta aparat kepolisian untuk berfokus pada cara eksekusi yang dianggapnya sangat profesional dan terencana, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan perumahan elite yang memiliki sistem keamanan ketat.

“Rapi banget ya, rapi sekali begitu kalau info terakhir yang saya dapat ini cukup rapi ya bagaimana metodenya segala macam begitu. Dan ini adalah kompleks yang cukup besar saya kira, sulit, cukup kompleks elite. Rasanya agak-agak janggal kalau itu dianggap hanya perampokan biasa,” kata dia

Oleh karenanya, Rieke meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Baginya, menangkap eksekutor lapangan saja tidak cukup; otak di balik peristiwa ini harus ditindak secara adil hingga proses pengadilan.

“Mohon dukungannya Pak Kapolri, Pak Sigit, agar kasus ini betul-betul bisa mengungkap bukan hanya eksekutor lapangan, tetapi otak di balik indikasi pembunuhan ini," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rieke menyatakan akan segera mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menjamin keselamatan keluarga korban. Terutama istri Ermanto, Pasmilawati yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Primaya Bekasi.

Selain meminta perlindungan kepada LPSK untuk istri dan anak-anak Ermanto, Rieke juga berencana melakukan hal serupa karena dirinya merasa terancam secara fisik akibat mengungkit lagi kasus Pelindo.

“Saya meminta dukungan dan perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk istrinya yang sekarang sedang di rumah sakit dalam keadaan kritis, juga untuk seluruh keluarganya. Bahkan saya sendiri mungkin juga akan meminta perlindungan begitu," terangnya.

Baca juga artikel terkait PEMBUNUHAN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama