Menuju konten utama

Ribuan Korban Tewas dalam Lakalantas di Sumsel 3 Tahun Terakhir

Data pada 2025 mencatat 3.029 kasus dengan 771 orang meninggal sementara sepanjang Januari-Juli 2026 ada1.921 kasus dengan korban jiwa sebanyak 395 orang.

Ribuan Korban Tewas dalam Lakalantas di Sumsel 3 Tahun Terakhir
Ilustrasi kecelakaan. Getty Images/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polda Sumatra Selatan (Polda Sumsel) mencatat kenaikan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Sumatra Selatan dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan jumlah kecelakaan diikuti dengan peningkatan jumlah korban yang terdampak.

"Angka lakalantas di Sumsel tiga tahun terakhir sangat tinggi, semakin meningkat, baik kejadian maupun korban yang terdampak," ungkap Pelaksana harian Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Sumsel, Kompol Polin Pakpahan, Rabu (15/7/2026).

Mengacu pada data yang diperoleh, terjadi 2.334 lakalantas di Sumsel yang mengakibatkan 874 orang meninggal dunia, 747 korban luka berat, dan 2.344 luka ringan pada tahun 2023. Lakalantas meningkat drastis pada 2024. Total lakalantas mencapai 3.029 kejadian dengan 785 orang meninggal, 970 korban luka berat, dan 2.809 luka ringan.

Pada tahun 2025, terdapat 3.029 kejadian. Jumlah korban meninggal akibat lakalantas di tahun itu sebanyak 771 orang, luka berat berjumlah 1.072 korban, dan 3.289 luka ringan.

Terkini, sepanjang Januari-Juli 2026, terdapat 1.921 kasus dengan korban meninggal sebanyak 395 orang, 708 luka berat, dan 2.038 korban luka ringan. Selain korban jiwa, lakalantas juga menimbulkan kerugian material yang terus naik. Sepanjang Januari-Juli 2026 saja, kerugian material akibat lakalantas sebesar Rp7,7 miliar.

Polin mengungkapkan, tingginya lakalantas tersebut dipicu banyak faktor. Dari sisi manusia, lakalantas disebabkan sopir mengantuk, lelah, kecepatan berlebih, tidak menggunakan sabuk pengaman, hingga mengemudi sambil menggunakan ponsel. Faktor lain adalah kendaraan. Lakalantas kerap juga terjadi akibat tidak terpenuhinya atau minimnya perlengkapan kendaraan, seperti rem blong, ban, dan kendaraan tidak laik jalan.

"Banyak juga lakalantas disebabkan karena jalan rusak, seperti berlobang atau tidak rata," kata Polin.

Sementara itu, faktor lingkungan karena minimnya penerangan dan perlengkapan jalan. Cuaca ekstrim seperti banjir dan kabut asap juga menjadi salah satu faktor penyebab lakalantas.

"Artinya lakalantas banyak pemicunya, tidak hanya manusia, kendaraan, jalan, dan lingkungan bisa jadi penyebabnya," pungkas Polin.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN LALU LINTAS atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Reporter: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Andrian Pratama Taher