tirto.id - Duta Besar RI untuk PBB, Umar Hadi, memimpin pembacaan Joint Statement on the Safety and Security of Peacekeepers di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, pada 9 April 2026. Aksi ini sebagai respons atas memburuknya situasi keamanan di Lebanon yang turut mengancam pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dan telah menggugurkan tiga prajurit TNI.
Hingga pukul 16.30 waktu setempat, sebanyak 73 negara dan observer PBB telah bergabung dalam Pernyataan Bersama (Joint Statement). Sejumlah negara sahabat turut serta dalam aksi Joint Statement tersebut, seperti Inggris, Cina, Rusia dan Spanyol.
Dalam pernyataan tersebut, negara-negara kontributor mengecam keras serangan terhadap UNIFIL dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk memperkuat perlindungan bagi peacekeepers. Diserukan pula penghentian kekerasan, deeskalasi konflik, dan kembalinya para pihak ke meja perundingan guna mencapai solusi damai.
Umar Hadi menjelaskan, aksi bersama lintas negara tersebut sebagai bentuk ekspresi keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi ketegangan di Lebanon sejak 2 Maret 2026, serta dampaknya terhadap keselamatan dan keamanan personel pasukan penjaga perdamaian.
Negara-negara tersebut juga mengecam dengan tegas berlanjutnya serangan terhadap UNIFIL, termasuk tindakan agresif terhadap personel dan pimpinan UNIFIL dalam beberapa waktu terakhir yang tidak dapat dibenarkan.
“Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Kami mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggunakan seluruh instrumen yang tersedia guna memperkuat perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian di tengah situasi yang semakin berbahaya,” kata Umar Hadi.
Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyusul serangkaian serangan sejak akhir Maret 2026 yang menewaskan tiga personel TNI serta melukai pasukan dari Prancis, Ghana, Nepal, dan Polandia.
Sebelumnya, diketahui bahwa tiga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi UNIFIL gugur dalam tugas di Lebanon Selatan. Praka Farizal Rhomadhon, gugur akibat serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia di Adchit al-Qusyar, Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret 2026.
Dua prajurit lainnya, Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar dan Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, gugur setelah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, Lebanon Selatan pada Senin, 30 Maret 2026.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































