Reynhard Sinaga, Pemerkosa Paling Jahat di Inggris dari Indonesia

Oleh: Rio Apinino - 7 Januari 2020
Dibaca Normal 3 menit
Reynhard Sinaga memerkosa ratusan orang. Ia jadi pemerkosa paling jahat di Inggris.
tirto.id - Polisi mendatangi sebuah flat di Princess Street, pusat kota Manchester, Inggris, pada 2 Juni 2017, sekitar pukul 6 pagi setelah ditelepon seorang laki-laki di nomor 999. Di sebuah kamar, mereka menemukan seorang pria tak sadarkan diri dengan luka parah di kepala.

Pria tersebut diketahui bernama Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga, usia 36 tahun, asal Indonesia.

Reynhard ternyata dipukul si penelepon tadi. Si penelepon lantas ditahan dengan dugaan melakukan penyerangan. Tapi apa yang si penelepon itu lakukan ternyata sangat beralasan: membela diri karena diperkosa.

Reynhard yang baru sadar satu hari setelah kejadian meminta polisi mengembalikan ponselnya. Ketika itu Reynhard salah memberi kata sandi ponsel--sebagai bukti bahwa barang itu memang miliknya. Dia lantas merebut paksa ponsel tersebut dari tangan polisi.

Dari sana polisi tahu duduk perkara, sebab Reynhard merekam apa yang dia lakukan terhadap pria tersebut. Demikian seperti yang dilaporkan BBC.

Si pria itu, yang tak disebutkan namanya, awalnya minum-minum bersama kawan-kawannya di salah satu kelab dekat Manchester Institute of Biotechnology. Ia bertemu Reynhard saat tersesat. Hal terakhir yang dia ingat kala itu adalah Reynhard memberinya minuman. Saat terbangun, dia ada dalam posisi diperkosa: tengkurap dan Reynhard menindihnya dalam keadaan bugil.

Pria tersebut cepat-cepat sadar. Ia melawan, mengambil telepon yang ternyata milik Reynhard, dan berusaha lari. Ketika itulah Reynhard dipukul. Setelah pelaku tersungkur, korban telepon ke polisi dengan ponsel yang dia ambil.


Reynhard ditangkap dengan dakwaan perkosaan pada 3 Juni 2017.

Penyelidikan polisi, terutama lewat penelusuran ponsel, menguak fakta-fakta lain yang sangat mengerikan: Reynhard sudah memerkosa 195 korban dalam kurun waktu dua setengah tahun terakhir, rata-rata pria berusia 20an, dengan modus yang sama.

Barang bukti yang disita polisi--dua iPhone, lima laptop, dan empat penyimpanan data eksternal--menyimpan 3,29 terabyte video dan foto pemerkosaan. Salah satu video bahkan merekam pemerkosaan hingga delapan jam.

Pemerkosa Paling Jahat di Inggris

Dari video dan foto tersebut polisi mulai melacak para korban. Ditambah keterangan Reynhard dan rekaman CCTV, polisi menyusun kepingan kasus si predator ini lewat investigasi yang disebut 'Operation Island'.

Ini yang polisi temukan: korban adalah pria Inggris berkulit putih, berusia antara 17 sampai 36 tahun, biasanya jadi korban setelah keluar dari kelab malam di sekitar flat pelaku, dan tindakan perkosaan selalu dilakukan pada Kamis sampai Ahad, mulai pukul 7 malam hingga 1 dini hari.

Salah satu rekaman CCTV menggambarkan dia keluar tengah malam, dan kembali ke flatnya bersama pria muda--calon korban--hanya dalam waktu 60 detik.

Lalu bagaimana Reynhard bisa memerkosa orang sebanyak itu?


Dilaporkan The Guardian, Reynhard biasa menunggu di luar kelab pada malam hari, biasanya kelab Factory atau Fifth. Dia memangsa pemuda "yang telah diusir oleh penjaga atau kehilangan teman atau rekan mereka."

"Beberapa tidak punya uang untuk naik taksi ke rumah atau baterai ponsel mereka habis," tulis The Guardian.

Orang-orang ini didekati "pria kecil yang tersenyum dalam kacamata berbingkai hitam, yang tampak tidak berbahaya." Reynhard lantas menawarkan bantuan ke calon korbannya, entah tempat tidur sementara atau sekadar colokan listrik untuk ponsel, di flatnya. Para korban setuju. Mereka tak tahu sama sekali bahwa itu adalah awal peristiwa yang dapat mengubah hidup mereka selamanya.

Dalam pengadilan, para ahli mengatakan kepada juri bahwa para korban dibius, mungkin dengan GHB (gamma-hydroxybutyric acid) atau sesuatu yang lain dengan efek mirip. 1 militer GHB saja, kata ahli, dapat membuat seseorang tak sadarkan diri.

Saat itulah Reynhard melakukan aksi bejatnya. Korban yang terbangun setelah diperkosa, kecuali si penelepon tadi, kemungkinan besar tak ingat atau bahkan merasakan apa yang mereka alami. Ketika itu Reynhard selalu mengarang cerita kalau mereka datang ke flat dalam keadaan mabuk.

Rekaman perkosaan dipertontonkan ke para juri. Durasi satu video mulai dari satu jam, bahkan ada yang lebih dari enam jam. Ruang sidang digambarkan penuh sesak.

Dalam persidangan di Manchester Crown Court, Reynhard bersikeras bahwa dia tidak bersalah. Apa yang terekam dalam video adalah adegan suka sama suka, katanya. Dengan kata lain, kesepakatan bersama. Bahwa para korban terlihat tak sadarkan diri sebatas tengah memainkan peran orang mati, tambahnya.


Pengacara Reynhard, Richard Littler, mengatakan itu adalah sejenis "fantasi bermain peran."

Tapi empat juri tak sepakat. Mereka mengatakan alasan Reynhard "menggelikan" karena dalam beberapa rekaman jelas-jelas ada suara orang mendengkur--tanda tidur.

Sidang tahap pertama digelar pada 1 Juni sampai 10 Juli 2018, sidang tahap kedua pada 1 April sampai 7 Mei 2019, sidang tahap ketiga digelar pada 16 September 2019 sampai 4 Oktober 2019, dan sidang tahap terakhir digelar Desember tahun lalu. Total, dalam empat sidang itu ada 48 korban pria yang dihadirkan. Sebagian dari mereka bahkan diketahui diperkosa berkali-kali.

The Guardian melaporkan hanya sedikit dari korban yang berhasil diidentifikasi berdasarkan rekaman yang tahu kalau mereka diperkosa sampai kemudian polisi mengetuk pintu mereka, kadang setelah bertahun-tahun peristiwa berlalu.

Seorang remaja mengatakan Reynhard adalah "predator jahat" dan "monster tak berwajah." Ia lantas mengaku hidupnya "berubah selamanya" pada hari ketika diberi tahu polisi bahwa dia adalah korban perkosaan.

Seorang korban lain mengaku hampir bunuh diri seandainya ia tak bercerita kepada ibunya, satu-satunya orang yang bisa dia ajak cerita atas apa yang dia alami. "Mimpi buruk saya menjadi kenyataan," katanya dalam sidang.

Dikenal Baik dan Murah Senyum

Reynhard digambarkan The Guardian sebagai orang yang "berpenampilan ramah dan tidak mengancam." Tingginya 170 cm, suaranya lembut, selalu senyum, dan sederhana, tapi "mampu melakukan segala jenis kekerasan."

Seorang kawan dekat mengatakan Reynhard adalah "pria yang manis, bahagia, selalu tersenyum dan tertawa." Lainnya mengatakan Reynhard sebagai orang yang "narsis" dan kerap mengunggah foto dirinya sendiri.

Reynhard lahir pada 1983 di Jambi, Sumatera. Ia datang ke Inggris pada 2007, atau ketika berusia 24 tahun, dengan visa pelajar. Saat itu dia mulai jadi siswa MA di Universitas Manchester di jurusan sosiologi. Pada Agustus 2012, dia mulai bersekolah di Universitas Leeds untuk mendapat gelar PhD dalam geografi manusia--yang tidak pernah ia selesaikan sampai divonis.


Seorang kawan dekat mengatakan Reynhard memang menghindari kembali ke Indonesia "dan satu cara untuk menghindari itu adalah tetap menjadi siswa selamanya."

Ia hidup dengan uang dari sang bapak yang menurut The Guardian bekerja sebagai "bankir". Ayahnya pula yang membiayai sekolah Reynhard senilai puluhan ribu paun.

Reynhard, oleh keluarganya disebut Rey saja, disebut oleh teman-temannya sebagai pribadi yang "jarang bicara tentang keluarga atau kehidupan di rumah." Teman-temannya bahkan tak pernah tahu bagaimana bentuk kamar Reynhard, baik di flat baru atau lama.

Kawannya yang lain mengatakan Rey pernah bekerja paruh waktu sebagai pengawas ujian, meski terlihat tidak pernah tampak seperti orang yang kekurangan uang.

"Dia selalu keluar, selalu pergi berlibur. Kami bertanya-tanya dari mana dia mendapatkan uangnya karena sepertinya dia tidak pernah bekerja,” kata mereka.


Dalam sidang, Reynhard "tidak menunjukkan penyesalan" dan "tampaknya secara aktif menikmati proses pengadilan bahkan ketika berdiri menunggu untuk dihukum," kata Hakim Suzanne Goddard.

Goddard lantas mengatakan pernyataan korban bahwa Reynhard adalah monster "adalah deskripsi yang akurat."

Atas semua yang ia lakukan, tidak heran kalau The Telegraph menyebut Reynhard Sinaga adalah "pemerkosa paling jahat se-Inggris."

Ia akhirnya dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan. "Anda adalah individu berbahaya... yang tidak akan pernah aman untuk dilepaskan," hakim Goddard menegaskan.

Baca juga artikel terkait KASUS REYNHARD SINAGA atau tulisan menarik lainnya Rio Apinino
(tirto.id - Hukum)

Penulis: Rio Apinino
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight