tirto.id - Perwakilan Koalisi Kawal Pendidikan Jakarta (Kopaja), Irwan Aldrin, merespons pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang menyebut hanya sebagian kecil anak-anak yang mengalami keracunan usai mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG). Menurut Irwan, seharusnya BGN mengevaluasi atas peristiwa tersebut.
Hal tersebut disampaikan Irwan saat menjadi pemantik dalam acara Diskusi dan Launching Hasil Pemantauan Makan Bergizi Gratis yang diselenggarakan oleh Indonesia Corruption Watch.
"Keracunan yang dibecandain dengan bilang itu, kan, cuma sebagian kecil anak-anak yang keracunan. Itu, kan, sebetulnya satu pernyataan yang sangat-sangat luar biasa bodoh dan tidak bertanggung jawab," kata Irwan di Kumu Ground Caffe, Jakarta Selatan, Selasa (29/4/2025).
Dia mengatakan bila satu anak saja mengalami keracunan itu merupakan sebuah masalah. Sebab, para orang tua pasti mengkhawatirkan kondisi anaknya.
"Itu, kan, membuat orang tua makin khawatir, cara menyampaikan, cara memberi pernyataan yang seperti itu betul--betul membuat orang tua khawatir," ucap Irwan.
Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk terus turut mengawasi berjalannya program yang menghabiskan dana puluhan triliun ini.
Lebih lanjut, Irwan juga menyesalkan tindakan negara yang berutang untuk membiayai program ini. Menurut Irwan, tindakan tersebut sangatlah keterlaluan.
"Utang kita yang dimiliki itu cuma buat membiayai MBG 10 bulan, itu apa gak kita yang jadi penumpang ini keterlaluan begitu ya," pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah siswa di Cianjur mengalami keracunan akibat mengonsumsi MBG. Keracunan tersebut diduga akibat food tray yang berbahan plastik.
Kemudian, Dadan mengeklaim tingkat keracunan akibat program MBG hanya berada pada tingkat 0,5 persen. Dengan angka tersebut, menurutnya, penilaian terhadap program unggulan pemerintah ini berlangsung dengan baik.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































