Menuju konten utama

Respons Kopaja soal BGN Sebut Keracunan MBG Hanya Sebagian Kecil

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut hanya sebagian kecil anak-anak yang mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG.

Respons Kopaja soal BGN Sebut Keracunan MBG Hanya Sebagian Kecil
Pekerja menyiapkan paket makanan yang akan didistribusikan pada program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jebres, Solo, Jawa Tengah, Senin (13/1/2025). Selain untuk didistribusikan ke murid penerima manfaat, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi tersebut nantinya juga menyiapkan paket makanan bergizi untuk balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui.ANTARAFOTO/Maulana Surya/YU

tirto.id - Perwakilan Koalisi Kawal Pendidikan Jakarta (Kopaja), Irwan Aldrin, merespons pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang menyebut hanya sebagian kecil anak-anak yang mengalami keracunan usai mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG). Menurut Irwan, seharusnya BGN mengevaluasi atas peristiwa tersebut.

Hal tersebut disampaikan Irwan saat menjadi pemantik dalam acara Diskusi dan Launching Hasil Pemantauan Makan Bergizi Gratis yang diselenggarakan oleh Indonesia Corruption Watch.

"Keracunan yang dibecandain dengan bilang itu, kan, cuma sebagian kecil anak-anak yang keracunan. Itu, kan, sebetulnya satu pernyataan yang sangat-sangat luar biasa bodoh dan tidak bertanggung jawab," kata Irwan di Kumu Ground Caffe, Jakarta Selatan, Selasa (29/4/2025).

Dia mengatakan bila satu anak saja mengalami keracunan itu merupakan sebuah masalah. Sebab, para orang tua pasti mengkhawatirkan kondisi anaknya.

"Itu, kan, membuat orang tua makin khawatir, cara menyampaikan, cara memberi pernyataan yang seperti itu betul--betul membuat orang tua khawatir," ucap Irwan.

Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat untuk terus turut mengawasi berjalannya program yang menghabiskan dana puluhan triliun ini.

Lebih lanjut, Irwan juga menyesalkan tindakan negara yang berutang untuk membiayai program ini. Menurut Irwan, tindakan tersebut sangatlah keterlaluan.

"Utang kita yang dimiliki itu cuma buat membiayai MBG 10 bulan, itu apa gak kita yang jadi penumpang ini keterlaluan begitu ya," pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah siswa di Cianjur mengalami keracunan akibat mengonsumsi MBG. Keracunan tersebut diduga akibat food tray yang berbahan plastik.

Kemudian, Dadan mengeklaim tingkat keracunan akibat program MBG hanya berada pada tingkat 0,5 persen. Dengan angka tersebut, menurutnya, penilaian terhadap program unggulan pemerintah ini berlangsung dengan baik.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama