Respons Bukalapak Soal PHK Massal Karyawan

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 11 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Bukalapak buka suara soal PHK massal karyawan yang dilakukan perusahaan.
tirto.id - Perusahaan e-coomerce, Bukalapak buka suara soal kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan, yang mereka sebut sebagai "penataan internal perusahaan".

"Di skala perusahaan seperti ini tentunya kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa, atau bisa kami sebut sebagai a grown up company, terutama untuk menjamin visi kami untuk terus tumbuh sebagai sustainable e-commerce dalam jangka panjang," kata Bukalapak melalui keterangan resmi, Selasa (10/9/2019).

Menurut Bukalapak, penataan internal ini akan mendukung strategi bisnis mereka.

"Tentunya sudah lazim untuk perusahaan manapun melakukan penataan internal secara strategis untuk mendukung implementasi strategi bisnisnya. Demikian pula dengan Bukalapak," katanya.

Menurut informasi yang beredar, cukup banyak karyawan yang kena kebijakan penataan internal Bukalapak ini, ada kemungkinan jumlahnya mencapai ratusan orang.

Pemutusan hubungan kerja menimpa beberapa divisi di Bukalapak, termasuk bagian engineering dan pemasaran, menurut sumber itu.

Bukalapak masuk ke kelompok startup unicorn di Indonesia, perusahaan yang dirintis oleh CEO Achmad Zaky dan kawan-kawannya ini sudah beroperasi selama sembilan tahun.

Berangkat sebagai e-commerce, Bukalapak menjelma menjadi perusahaan berbasis teknologi dan mengembangkan beragam layanan di platform mereka, termasuk layanan finansial dan investasi. Selain kantor pusat di Jakarta, Bukalapak juga memiliki pusat riset di Bandung dan Surabaya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menganggap wajar tindakan "penataan internal perusahaan" yang dilakukan Bukalapak.

"Wajar saja, sesuatu yang dalam dinamika yang cepat begini," ujar Rudiantara, ketika ditemui usai menghadiri Digital Diplomacy di Jakarta, Selasa, sebagaimana dikutip Antara News.

"Ratusan itu bisa seratus bisa 900 beda lho, 100 sama 900. Jadi, kalau 100 dari 2.600 itu kecil 4 persen, itu mah biasa," ujar Rudiantara, menambahkan.

Lebih dari itu, Rudiantara mengatakan dengan pertumbuhan Bukalapak, yang mencapai tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya, perampingan karyawan wajar dilakukan.

"Kalau dia tumbuh tiga kali lipat ada kayak begitu, pasti ada replacement, kan logikanya tumbuh itu butuh orang banyak," kata dia.

Lebih lanjut, perampingan karyawan, menurut Rudiantara, justru memicu pertumbuhan ekosistem startup di Indonesia.

"Dia keluar bikin startup lagi, nanti menjadi bagian ekosistem startup yang besar. Lihat saja di Silicon Valley kan modelnya kayak begitu, orang Google keluar bikin startup nanti diakuisisi oleh Google-nya lagi," ujar Rudiantara.


Baca juga artikel terkait PHK MASSAL atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Ekonomi)

Sumber: Antara
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Maya Saputri
DarkLight