Menuju konten utama

Rekomendasi Saham Hari Ini, 25 April 2025 dan Analisanya

Rekomendasi saham hari ini, Jumat, 25 April 2025. Beberapa saham yang direkomendasikan adalah PGAS, CMRY, BBNI, dan TLKM.

Rekomendasi Saham Hari Ini, 25 April 2025 dan Analisanya
Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pada perdagangan Kamis sore (24/4-2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 20,90 poin atau 0,32 persen di posisi 6.613,48.

Penurunan ini terjadi di tengah kabar terbaru dari Amerika Serikat (AS) yang mulai melunak dalam kebijakan tarif impor. Presiden Trump mengisyaratkan kemungkinan tercapainya kesepakatan yang adil dengan China.

Dampak dari pernyataan Trump ini turut memengaruhi sentimen pasar global, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap pergerakan saham di Indonesia.

Di tengah dinamika tersebut, investor dapat memanfaatkan rekomendasi dari perusahaan sekuritas untuk memilih saham unggulan dengan prospek terbaik di tengah fluktuasi pasar. Berikut adalah rekomendasi saham untuk Jumat, 25 April 2025.

Rekomendasi Saham 25 April 2025 dan Analisanya

Berdasarkan analisis sejumlah sekuritas seperti Mandiri Sekuritas dan Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), sejumlah emiten menunjukkan potensi menarik untuk dibeli pada perdagangan Jumat, 25 April 2025.

Beberapa saham dinilai memiliki peluang teknikal untuk melanjutkan penguatan, didorong oleh pola pergerakan harga, volume transaksi, serta sinyal indikator teknikal. Berikut ini adalah daftar saham yang direkomendasikan untuk dicermati:

1. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

PGAS terkoreksi 1,68% ke level 1.715. Meskipun mengalami penurunan, saham ini masih menunjukkan potensi bullish jangka pendek dengan target harga di atas level support. Secara teknikal, PGAS berpotensi breakout EMA 60 dan menguji resistance terdekat.

Rekomendasi: Buy on Weakness di area 1.685–1.705, target ke 1.810, stop loss di bawah 1.620.

2. PT Camry Tbk (CMRY)

CMRY menguat 1,8% ke level 4.450. Pola candlestick Marubozu menandakan momentum bullish yang kuat. Secara teknikal, CMRY berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya.

Rekomendasi: Buy on Weakness di area 4.430–4.450, target ke 4.530, stop loss di bawah 4.430.

3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

BBNI menguat 1,7% ke level 4.150. Saham ini telah breakout dari rata-rata pergerakan 5 hari, menandakan potensi kenaikan lebih lanjut. Secara teknikal, BBNI berada dalam tren bullish yang solid.

Rekomendasi: Buy on Weakness di area 4.130–4.150, target ke 4.220, stop loss di bawah 4.130.

4. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)

TLKM menguat 1,9% ke level 2.630. Saham ini sedang dalam tren bullish continuation, menunjukkan potensi kenaikan harga lebih lanjut. Secara teknikal, TLKM berpotensi menguji resistance berikutnya di level 2.680.

Rekomendasi: Buy on Weakness di area 2.610–2.630, target ke 2.680, stop loss di bawah 2.610.

Sementara itu, dari dokumen analisis KISI, terdapat sejumlah emiten yang mencatatkan aksi korporasi yang berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan saham di BEI.

Di antaranya, ekspansi PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dengan membangun dua rumah sakit baru di Bali dan Salatiga dan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) yang berencana membangun pabrik baru di Sumedang dengan nilai investasi hampir Rp700 miliar.

Selain itu, ada pula PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) yang menargetkan pertumbuhan dua digit pada 2025 melalui inovasi dan pendekatan emosional terhadap konsumen. Strategi ini menambah daya tarik UCID sebagai emiten konsumer mapan.

Kabar lainnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) baru-baru ini juga memberi pinjaman modal Rp1 triliun untuk modal kerja PT Acset Indonusa Tbk (ACST). Dukungan dari induk usaha ini memberi sinyal positif terhadap kelangsungan operasional ACST. Serta, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) yang kabarnya meluncurkan dua printer produksi warna baru.

Berapa Minimal Uang untuk Pembelian Saham?

Modal minimum untuk membeli saham di Indonesia bervariasi, dimulai dari sekitar Rp50.000-an, tergantung harga saham yang dipilih, ditambah biaya transaksi yang dikenakan oleh sekuritas. Di BEI, pembelian saham dilakukan dalam satuan lot, yang setara dengan 100 lembar saham.

Misalnya, jika harga saham Rp500 per lembar, maka 1 lot saham akan memerlukan modal sebesar Rp50.000. Sementara jika harga saham Rp3.720 per lembar, maka modal yang dibutuhkan untuk membeli 1 lot adalah Rp372.000.

Investor juga perlu memperhitungkan dan membayar biaya transaksi yang dikenakan oleh sekuritas, yang besarnya antara 0,1% hingga 0,35% dari nilai transaksi.

Sebagai contoh, jika membeli 1 lot saham seharga Rp372.000 dengan fee transaksi 0,15%, maka biaya transaksi yang perlu dibayar adalah sekitar Rp558. Sehingga, total uang yang harus disiapkan untuk membeli saham tersebut adalah Rp372.558.

Pastikan untuk memeriksa ketentuan fee transaksi di sekuritas yang dipilih, karena biaya ini dapat bervariasi dan mempengaruhi total modal yang perlu disiapkan.

Disclaimer: Artikel ini merupakan rekomendasi dan analisis saham dari analis sekuritas yang bersangkutan, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Tirto tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Apabila akan membeli/menjual saham, pelajari lebih teliti dan setiap keputusan ada di tangan investor.

Baca juga artikel terkait SAHAM atau tulisan lainnya dari Wulan AE

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Wulan AE
Penulis: Wulan AE
Editor: Elisabet Murni P