tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis, 8 Mei 2025, mencatat volatilitas signifikan di tengah tekanan global dan domestik. Dibuka menguat 0,29% ke level 6.945,98, IHSG justru ditutup melemah 1,42% ke posisi 6.827,75 akibat aksi profit taking.
Tekanan jual dipicu oleh kondisi teknikal yang overbought dan turunnya cadangan devisa Indonesia ke level terendah sejak November 2024.
“Kondisi secara teknikal yang sudah overbought, serta data cadangan devisa yang turun memicu terjadinya profit taking setelah IHSG mengalami reli sekitar sebulan terakhir," kata Senior Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, dilansir Antara.
Sepanjang perdagangan, sektor properti memimpin pelemahan, sementara sektor transportasi dan kesehatan mencatat kenaikan tipis. Di tengah ketidakpastian global, investor mencermati sentimen dari dalam negeri serta potensi kebijakan suku bunga Bank of England yang turut memengaruhi arah pasar.
Rekomendasi Saham Hari Ini, 9 Mei 2025 dan Analisanya
Pasar saham Indonesia pada Kamis, 8 Mei 2025, menunjukkan penguatan terbatas seiring respons positif terhadap inflasi April yang lebih rendah dari ekspektasi. Kondisi ini memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan, sekaligus menjaga daya tarik pasar domestik.
Sinyal dovish dari The Fed dan kenaikan harga komoditas turut menopang sentimen investor, terutama di sektor perbankan, konsumer, dan komoditas. Dengan valuasi IHSG yang masih tergolong netral, investor disarankan selektif dalam memilih saham. Berikut ini adalah rekomendasi saham pilihan hari ini lengkap dengan analisis teknikal dan fundamentalnya.
1. AALI (Astra Agro Lestari) – Buy
- Harga Terkini: Rp7.675
- Target Price (TP): Rp8.125
- Support: Rp7.500
- Alasan: Rebound setelah menyentuh area support dan terbentuk bullish hammer. Kenaikan harga CPO global juga menjadi katalis positif.
- Harga Terkini: Rp950
- TP: Rp1.030
- Support: Rp900
- Alasan: Indikasi akumulasi asing, candle bullish marubozu, serta prospek sektor petrokimia yang membaik.
- Range Entry: Rp5.350–5.450
- TP: Rp5.700–5.900
- Support: Rp5.250
- Alasan: Outlook sektor mikro positif pasca rilis data inflasi rendah, ROE tinggi, dan potensi pembagian dividen interim.
- Harga Terkini: Rp1.715
- TP: Rp1.820
- Support: Rp1.680
- Alasan: Momentum rebound logam mulia global, serta prospek produksi emas yang stabil.
- Harga Terkini: Rp1.440
- TP: Rp1.800
- Support: Rp1.670
- Alasan: Saham defensif, kinerja solid Q1, dan potensi peningkatan permintaan obat OTC pasca-libur panjang.
- Harga Terkini: Rp4.790
- TP: Rp5.200–5.350
- Support: Rp4.850
- Alasan: Konsolidasi sehat dan potensi breakout ke atas Rp5.000. Sektor perbankan masih dalam tren positif.
Berapa Modal Minimal Investasi Saham?
Investasi saham kini semakin diminati, khususnya oleh generasi milenial dan Gen Z. Salah satu pertanyaan umum yang sering muncul adalah tentang besarnya modal awal yang dibutuhkan untuk mulai berinvestasi saham.
Nyatanya, investasi saham bisa dimulai dengan modal kecil, bahkan hanya sekitar Rp100.000, tergantung harga saham dan kebijakan sekuritas. Di Bursa Efek Indonesia, pembelian saham dilakukan dalam satuan lot. 1 lot setara dengan 100 lembar saham.
Jika harga satu lembar saham adalah Rp1.000, maka satu lot akan memerlukan dana Rp100.000. Contoh lainnya, jika harga saham Rp500 per lembar, maka cukup Rp50.000 untuk membeli satu lot.
Selain harga saham, investor juga perlu memperhitungkan biaya transaksi yang dikenakan oleh perusahaan sekuritas. Biasanya biaya transaksi berkisar 0,15–0,35 persen dari nilai transaksi, termasuk biaya administrasi dan pajak.
Meskipun modal awal terjangkau, investor pemula disarankan untuk memulai dengan nominal kecil dan memilih saham blue chip yang lebih stabil dan aman. Penting juga untuk terus belajar, mengikuti perkembangan pasar, dan menerapkan strategi investasi yang bijak agar investasi dengan modal kecil bisa memberikan hasil maksimal di masa depan.
Disclaimer:Artikel ini merupakan rekomendasi dan analisis saham dari analis sekuritas yang bersangkutan, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Tirto tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Apabila akan membeli/menjual saham, pelajari lebih teliti dan tiap keputusan ada di tangan investor.
Penulis: Lita Candra
Editor: Elisabet Murni P
Masuk tirto.id
































