Menuju konten utama

Rekening Penerima Bansos yang Main Judol Otomatis Ditutup

Menteri PM, Abdul Muhaimin Iskandar, mengatakan rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang bermain judi online otomatis ditutup.

Rekening Penerima Bansos yang Main Judol Otomatis Ditutup
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin di Gedung Nusantara IV, Komplek MPR/DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2025).tirto.id/M. Irfan Al Amin
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menteri PM), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, mengatakan rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang bermain judi online otomatis ditutup.

"Langsung dihentikan bantuannya dan rekeningnya langsung ditutup," kata Cak Imin di kawasan Tanah Abang, Jakarta, mengutip Antara, Selasa (15/7/2025).

Dia mengatakan penutupan rekening penerima bansos yang bermain judi online tersebut dilakukan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Sudah otomatis PPATK menutup," ucap Cak Imin.

Namun, Cak Imin membantah data penerima bansos yang diduga terlibat pendanaan terorisme. "Enggak ada," ujarnya singkat.

Sebelumnya, Kepala PPATK, Ivan Yustivandana, mengungkapkan sekitar 571.410 Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar sebagai penerima bansos merupakan pemain judi online selama 2024.

Ivan menjelaskan data tersebut merupakan pencocokan data antara penerima bansos dengan pemain judi online.

Selain itu, dia mengungkapkan lebih dari 100 orang penerima bansos disebut terlibat pendanaan terorisme.

"Ternyata ada juga NIK-nya yang terkait dengan tindakan pidana korupsi, bahkan ada yang pendanaan terorisme. Lebih dari 100 orang itu NIK-nya teridentifikasi terlibat mengenai kegiatan pendanaan terorisme," katanya.

Baca juga artikel terkait BANSOS

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama