Menuju konten utama

Rekam Jejak Said Iqbal yang Disebut Masuk Kabinet Merah Putih

Saiq Iqbal digadang akan masuk dalam jajaran Kabinet Merah Putih Prabowo. Meski belum diumumkan, pihak istana memberikan sinyal terkait hal ini.

Rekam Jejak Said Iqbal yang Disebut Masuk Kabinet Merah Putih
Presiden Partai Buruh Said Iqbal, memimpin massa simpatisan partai saat aksi unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Barat, kawasan Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta, Sabtu (14/1/2023). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU

tirto.id - Said Iqbal diproyeksikan akan masuk dalam Kabinet Merah Putih. Istana mengonfirmasi potensi hal ini, meski pos yang akan diisi Said belum dijelaskan. Jika menengok rekam jejaknya, siapa sebenarnya Said Iqbal?

Isu bergabungnya Said ke dalam Kabinet Merah Putih telah disinggung Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Kamis (4/6/2026). Prasetyo menyatakan Istana kini sedang membahas hal tersebut, meskipun ia menyebut belum ada hasil yang bisa dirilis ke publik.

“Ya, sedang kita diskusikan,” katanya kepada wartawan di Jakarta Pusat ketika ditanya tentang masuknya Said ke kabinet.

Dalam pernyataan yang sama, Prasetyo menyebut ada kemungkinan Said Iqbal masuk kabinet untuk menangani masalah perburuhan. Mensesneg menyebut hal itu akan sejalan dengan rekam jejak Said Iqbal di dunia perburuhan.

“Kemungkinan ya, kemungkinan berkaitan … dengan buruh, tenaga kerja. Tunggu, baru didiskusikan, yang paling pas atau paling tepat,” kata Prasetyo.

Hal senada juga diungkap Said. Meskipun ia enggan mengonfirmasi apakah ia sudah pasti masuk kabinet, Said menyebut kemungkinan ia akan ditempatkan di bidang ketenagakerjaan.

“Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama presiden ya. Kemungkinan sekitar isu ketenagakerjaan,” katanya ketika dikonfirmasi pada Jumat (5/6).

Meskipun bidang yang kemungkinan bakal ditempati oleh Said tampak mengerucut, namun posisi Said dalam kabinet masih belum bisa dipastikan. Di sisi lain, Prabowo telah mendirikan lembaga baru bidang ketenagakerjaan yaitu Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional dan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja pad Agustus 2025 lalu. Akankah Said berada di pos ini?

Profil Said Iqbal dan Rekam Jejak

Said Iqbal dikenal luas kini sebagai Ketua Umum Partai Buruh. Kedua entitas ini tak terpisahkan kini karena Said merupakan sosok utama yang menghidupkan lagi Partai Buruh. Partai tersebut pernah didirikan pada 1998 dan mati suri seiring waktu.

Said kembali menghidupkan Partai Buruh pada 2021. Ia melakukannya dengan menggabungkan organisasi serikat buruh besar sebagai basis massa partai.

Beberapa organisasi serikat buruh besar yang bergabung adalah Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera (KSBSI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Sejak itu, Said lalu lekat dengan Partai Buruh karena merupakan calon ketua umum tunggal partai tersebut dalam kongres 2021 lalu dan betulan terpilih. Setelah terbentuk, Said dan Partai Buruh jadi salah satu pihak yang cukup gencar mengkritik Undang-Undang Cipta Kerja (UU No. 11 Tahun 2020).

Dalam banyak kesempatan, Said memimpin massa buruh dari organisasi-organisasi buruh yang ia himpun untuk menggelar unjuk rasa menuntut pembatalan pasal-pasal UU Ciptaker. Partai itu juga jadi salah satu organisasi yang menggugat UU Ciptaker ke MK pada 2024 lalu.

Jauh sebelum dikenal publik lewat Partai Buruh, Said Iqbal lebih dulu dikenal karena keanggotaannya di berbagai organisasi serikat buruh. Ketika mengaktifkan kembali Partai Buruh pada 2021, Said juga tengah menjabat Presiden KSPI.

Seturut laman resmi Partai Buruh, Said tercatat jadi anggota dan menjabat berbagai jabatan di banyak organisasi serikat buruh, seperti PC SP LEM SPSI, PC FSPMI, Sekretaris DPP FSPMI, Central Comittee Serikat Buruh Metal Sedunia (IMF), Wakil Presiden Serikat Pekerja ASEAN (ATUC), General Council Konfederasi Serikat Buruh Sedunia (ITUC), Presiden DPP FSPMI.

Ia juga pernah tercatat sebagai calon anggota DPR pada Pemilu Legislatif 2009. Kala itu ia mencalonkan diri lewat Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun ia kalah dalam pemilu.

Sementara itu, dalam kancah politik nasional, Said dikenal luas sebagai salah satu pendukung Prabowo. Ia dikenal sebagai kritikus Presiden Joko Widodo dan karenanya pada Pilpres 2019 Said mendeklarasikan diri sebagai pendukung militan Prabowo yang kala itu masih jadi lawan politik Jokowi.

Ketika angin politik berbalik di penghujung era kepemimpinan Jokowi, Said tetap menampakkan diri sebagai pendukung Prabowo.

Hal itu terlihat pada Pilpres 2024 lalu. Kendati Prabowo menggunakan pengaruh Jokowi dan menampakkan diri sebagai penerus mantan lawan politiknya untuk memenangkan pemilu, Said tak lantas berseberangan dengan Prabowo.

Partai Buruh yang ia pimpin merupakan salah satu mitra Partai Gerindra bikinan Prabowo dalam pencalonan kepala daerah di berbagai provinsi di Indonesia. Di banyak tempat, Partai Buruh yang dipimpin Said Iqbal ikut mendukung pasangan calon yang diusung Gerindra meski ada pula yang berseberangan koalisi.

Pun ketika Prabowo jadi Presiden RI ke-8, Said membawa unjuk rasa organisasi-organisasi buruh di bawah naungannya untuk memprotes kebijakan perburuhan rezim sebelumnya dan disebut melunak untuk mengkritisi pemerintahan Prabowo.

Seperti pada May Day 2026 lalu, unjuk rasa yang diinisiasi Partai Buruh menuntut berbagai isu sektor ketenagakerjaan, namun di saat yang sama “merayakan” Hari Buruh Sedunia itu bersama Prabowo di Monas. Kini, Said diisukan akan masuk dalam Kabinet Merah Putih Prabowo.

Baca juga artikel terkait PROFIL TOKOH atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar