tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tak cemas dengan realisasi pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang masih minim hingga Juli 2025.
Sebab, menurutnya, negara masih memiliki sisa uang dari tahun sebelumnya untuk menopang ekonomi Indonesia. Total Saldo Anggaran Lebih (SAL) APBN 2024 yang belum termanfaatkan saja masih sebesar Rp459,5 triliun.
“Seandainya itu, let's say di bawah target pun enggak usah takut, tahun lalu masih ada sisa uang anggaran SAL yang cukup banyak. Jadi anda enggak usah takut mungkin kita enggak punya uang untuk membangun,” ujar Purbaya dalam konferensi pers, di Kantor Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (12/9/2025).
Sebaliknya, jika seluruh program pemerintah berjalan, ia yakin nilai tambah dari program-program yang dibiayai APBN akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi.
“Tapi nanti kalau itu jalan, semua program ini jalan, saya yakin target-targetnya akan tercapai dan pertambahan ekonomi akan setinggi yang kita prediksi sebelumnya,” tutur Purbaya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dua jenis pajak tersebut baru terkumpul Rp350,62 triliun atau 37,1 persen dari target Rp945,1 triliun di APBN 2025.
Capaian tersebut juga turun hingga 12,8 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang senilai Rp401,16 triliun.
Realisasi penerimaan PPN dan PPnBM yang terkoreksi, dan bahkan masih jauh dari target ini, menjadi salah satu alasan pemerintah untuk meluncurkan program 8+4. Tujuannya, untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional di sisa tiga bulan 2025.
Apalagi, pemerintah juga mengakui bahwa ekonomi Indonesia di kuartal III berjalan agak lambat dari periode sebelumnya. “Makanya kita ciptakan program pembangunan percepatan ini, kan,” ujar Purbaya.
Meski begitu, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu yakin dengan paket-paket ekonomi yang sudah digelontorkan pemerintah sejak awal paruh kedua kemarin akan mampu membalikkan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih baik.
“Tapi, saya yakin bulan Oktober, November, Desember semuanya akan berbalik arah. Nanti semuanya akan berbalik, termasuk PPnBM dan lain-lain mendekati target yang kita miliki,” tambahnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































