tirto.id - Amerika Serikat (AS) kembali melakukan blokade atas pelabuhan maritim Iran seiring saling balas serangan antara dua negara yang berperang itu terjadi. Berikut rangkuman jalannya Perang Iran vs AS yang kembali memanas hari ini, Rabu (15/7/2026).
Seturut Al Jazeera, Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis pernyataan pada Rabu bahwa mereka baru saja mengakhiri gelombang serangan terbaru ke Iran. “Puluhan target militer” Iran di dekat Selat Hormuz disebut CENTCOM telah diserang dengan pesawat dan drone.
Serangan itu disebut berlangsung selama tujuh jam. Dalam periode tersebut, pesawat dan drone AS disebut telah menembak berbagai situs rudal dan drone Iran, serta kemampuan angkatan laut dan sistem pertahanan pantai mereka.
Laporan media Iran menyebut menara pengawas angkatan laut di Kota Chabahar dihantam rudal AS. Pangkalan militer di Bapur, Provinsi Sistan dan Baluchestan juga dilaporkan turut dihantam serangan.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyebut lebih dari 260 orang terluka akibat serangan AS pada Rabu. Teheran juga menyebut lebih dari 30 warga sipil telah terbunuh oleh serangan terbaru AS.
CENTCOM mengatakan serangan ini dilakukan sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Serangan terhadap kapal komersial itu sebelumnya telah menjadi titik awal eskalasi konflik yang kembali meningkat sejak awal pekan ini.
Serangan terhadap puluhan target itu dilakukan AS setelah mengumumkan pemberlakuan kembali blokade pelabuhan Iran. Pada Rabu dini hari waktu Indonesia, militer AS menyatakan kembali memblokade kapal yang melintas “ke dan dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran”.
Atas situasi tersebut, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan balasan di kawasan Teluk. Drone dan rudal Iran disebut mereka telah ditembakkan menuju aset militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Serangan Iran itu telah dikonfirmasi negara-negara yang jadi target. Kuwait, misalnya, melaporkan serangan Iran telah mengenai kapal angkatan laut mereka dan melukai empat personel di dalamnya.
Sedangkan, di Bahrain, sistem pertahanan udara dilaporkan telah diaktifkan. Hal serupa juga telah diumumkan militer Yordania yang mengumumkan keberhasilan mencegat dan menembak jatuh empat rudal balistik Iran.
Teheran, di sisi lain, terus menyebut AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dan nota kesepahaman untuk menghentikan perang. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi bahkan telah menyatakan pada Selasa bahwa nota kesepahaman itu tidak berlaku lagi.
IRGC juga menyebut blokade AS akan memicu respons yang keras. Mereka mengancam akan menghentikan semua ekspor energi dari Timur Tengah.
“Ekspor minyak dan gas dari kawasan ini akan menjadi untuk semua orang atau tidak untuk seorang pun,” bunyi pernyataan resmi IRGC.
Perwakilan tetap Iran untuk PBB, Amir-Saeid Iravani, telah menulis surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Rabu. Dalam surat itu, Iravani menyebut “Amerika adalah agresor, bukan korban”.
Menurut Iravani, “hampir segera setelah penandatanganan” nota kesepahaman dengan Teheran, Washington secara konsisten menolak untuk melaksanakan komitmennya dan telah “secara aktif dan sengaja” merusak pelaksanaannya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































