tirto.id - Warga Bone, Sulawesi Selatan menggelar demo untuk memprotes kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 300% pada Selasa, 19 Agustus kemarin. Bagaimana jalannya aksi dan apa tuntutannya?
Setelah Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman membuat kebijakan dengan menaikkan tarif PBB-P2 di Bone hingga 300 persen, rakyat tak terima. Mereka yang tergabung di Aliansi Rakyat Bone Bersatu berdemo pada Selasa (19/8/2025) kemarin.
Rangkuman Demo Bone karena Kenaikan Pajak 300%
Pada 12 Agustus 2025, puluhan mahasiswa yang berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggeruduk Kantor Bupati Bone untuk memprotes kebijakan bupati Bone menaikkan tarif PBB-P2 hingga 300 persen.
Demo mahasiswa ini ditanggapi oleh Pemkab Bone dengan menyebut jika kenaikan 300% PBB-P2 di Bone itu adalah hoaks. Memang ada kenaikan namun hanya berkisar 65% saja, tidak sampai 300%.
Pernyataan Pemkab ini tak memuaskan mahasiswa. Mereka kemudian membuat rencana untuk menggelar demo yang lebih besar lagi pada 19 Agustus 2025. Selain mahasiswa, demo ini juga diikuti oleh warga Bone.
Demo besar pun benar-benar pecah pada 19 Agustus. Diikuti oleh sekitar 2.000 orang, para demonstran menyampaikan aspirasinya di depan Kantor Bupati Bone, di Jalan Jenderal Ahmad Yani.
Aksi unjuk rasa awalnya berlangsung damai. Sampai kemudian massa tersulut emosi ketika Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman tidak muncul untuk menemui demonstran. Meski Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bone, Muhammad Angkasa telah menemui massa untuk menampung aspirasi mereka, namun hal itu tak membuat puas para pendemo.
Kericuhan mulai terjadi ketika massa menjebol pintu masuk kantor Bupati Bone. Mereka juga melakukan aksi bakar ban dan berorasi bergantian di lokasi yang sama.
Polres Bone yang menurunkan 1.000 aparat nya yang merupakan gabungan antara TNI dan Polri untuk mengamankan jalannya aksi demo beberapa kali meluncurkan tembakan peringatan di udara. Hal ini dilakukan ketika melihat massa mulai anarkis.
Demo berlangsung mulai 14.00 WITA hingga menjelang waktu maghrib, massa lalu dibubarkan oleh aparat. Massa yang tidak terima mulai melempari petugas dengan batu dan lainnya.
Polisi kemudian memutuskan untuk menembakkan gas air mata yang memaksa massa bubar. Diberitakan sejumlah anggota Satpol BB Kabupaten Bone mengalami luka-luka karena lemparan batu.
Polres Bone menangkap beberapa orang massa demonstrasi yang dianggap bertanggung jawab atas kerusuhan saat demo berlangsung kemarin.
Kepada Kompas, Kepala Dinas Kominfo Bone, Anwar menyebut jika Bupati Andi Salman Sulaiman dan wakilnya sedang berada di luar kota. Karena tidak ada di kantornya, maka Bupati Andi tidak dapat menemui demonstran.
Setelah mendengar protes dari masyarakat, Pemkab Bone memutuskan untuk menunda kenaikan PBB-P2.
“Sesuai arahan pemerintah pusat, kenaikan PBB P-2 kami tunda dan akan dikaji ulang. Kami juga akan lakukan evaluasi total karena ini memang merupakan temuan dari pemerintahan sebelumnya," ujar Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Bone, Andi Saharuddin.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































