Menuju konten utama

Rangkuman Berbagai Kabar Terbaru Perang Iran Hari Ke-53

Perang US-Iran terkini di hari ke-53 menunjukkan langkah menuju perundingan diliputi berbagai ancaman. Iran belum memutuskan untuk mengirim delegasi.

Rangkuman Berbagai Kabar Terbaru Perang Iran Hari Ke-53
Wakil Presiden AS JD Vance (kanan) berbicara selama konferensi pers setelah bertemu dengan perwakilan dari Pakistan dan Iran, sementara menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner (kiri) dan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff (tengah) menyaksikan, di Islamabad Pakistan pada 12 April 2026. AFP/JACQUELYN MARTIN

tirto.id - Setelah 53 hari pasca pecahnya Perang Iran pada 28 Februari lalu, upaya diplomatik untuk mengakhiri perang masih belum pasti. Di sisi lain, situasi serangan Israel di Lebanon terus berlanjut walaupun ada kesepakatan gencatan senjata.

Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini tinggal menghitung hari. Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa kesepakatan ini akan berakhir pada Rabu (22/4/2026) malam waktu Washington.

Di saat tenggat waktu gencatan senjata Perang Iran segera berakhir, perundingan tahap kedua di Pakistan masih diliputi ketidakpastian. Kesediaan Teheran untuk ikut dalam perundingan masih sumir sementara pejabat kedua negara yang bermusuhan saling menebar ancaman.

Seturut Al Jazeera, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf baru saja mengeluarkan pernyataan bahwa Teheran siap menggunakan "kartu baru di medan perang" jika pertempuran kembali berlanjut.

"Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua pekan terakhir, kami telah siap mengungkap kartu baru di medan perang," kata Ghalibaf.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga mengancam Teheran dengan serangan bom jika tidak ada kesepakatan yang tercapai sampai batas waktu gencatan senjata. Trump juga menyebut bahwa blokade AS bagi kapal dari pelabuhan Iran akan terus berlaku hingga Teheran mau menyetujui kesepakatan dengan mereka.

Blokade AS bagi kapal dari pelabuhan Iran dilaporkan menjadi salah satu hambatan utama dalam tercapainya kesepakatan damai. Media semi resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut serangan AS ke kapal kargo Iran yang berusaha menembus blokade telah memperumit proses diplomasi.

Selain itu, laporan Axios menyebut bahwa Korps Garda Revolusi (IRGC) berusaha menekan delegasi Iran untuk menunda perundingan hingga blokade AS dicabut.

Cina Kecam Serangan AS ke Kapal Kargo Iran

Serangan pasukan AS ke kapal kargo Iran di tengah blokade juga membuat Cina buka suara. Cina merupakan pembeli utama minyak Iran dan mereka menyampaikan keprihatinan atas penyitaan kapal kargo tersebut. Beijing juga mendesak semua pihak untuk melanjutkan perundingan damai.

Prancis, di sisi lain, menyebut bahwa rumitnya konsekuensi dari blokade AS dan Iran terhadap Selat Hormuz adalah dampak yang ditimbulkan dari "kesalahan di kedua belah pihak".

Meningkatnya ketegangan di penghujung masa gencatan senjata kemudian membuat prospek terjadinya perundingan tahap kedua di Pakistan menipis. Semula, agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu di Islamabad.

Jelang Perundingan Gencatan Senjata AS-Iran Tahap 2

Dinukil dari CNN, Wakil Presiden AS JD Vance dan rombongan delegasi AS lainnya telah bertolak ke Islamabad pada Selasa untuk mengikuti agenda perundingan dengan Teheran. Duo delegasi favorit Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dilaporkan juga turut serta.

Akan tetapi, Iran tidak menunjukkan sikap serupa. Para perantara di kawasan Teluk kini disebut sedang berupaya untuk mendorong Teheran ikut serta dalam agenda perundingan di Islamabad.

Jika pada akhirnya kembali ke meja perundingan, Iran diproyeksikan masih akan mengajukan tuntutan pada isu-isu seputar nuklir dan sanksi ekonomi. Iran diperkirakan akan menekankan tujuan program nuklirnya sebagai fasilitas non-militer dan pembebasan aset beku.

Gencatan Senjata Lebanon-Israel Diliputi Serangan

Sementara ketidakpastian menyelimuti perundingan tahap kedua antara AS dan Iran, Kementerian Luar Negeri AS dilaporkan tengah bersiap untuk menggelar perundingan antara Israel dan Lebanon pada Kamis (23/4). Israel dan Lebanon sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari.

Akan tetapi, di tengah gencatan senjata yang berlangsung, serangan Israel tak berhenti di Lebanon selatan. Serangan terbaru Israel telah melukai sedikitnya enam orang di Lebanon selatan dan terus merusak rumah-rumah penduduk di kawasan tersebut.

Sejak organisasi bersenjata Hizbullah dan Israel berkonflik dalam enam minggu terakhir, sebanyak 2.387 orang terbunuh di Lebanon karena serangan pasukan Zionis. Desa-desa dan kota di perbatasan Lebanon-Israel juga mengalami kerusakan oleh pasukan militer tersebut.

Perang dengan Iran sejak 28 Februari, juga serangan ke Lebanon, tak menghentikan kekerasan Israel di Gaza. Serangan ke wilayah Gaza dilaporkan masih terus terjadi.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar