tirto.id - Berita perang Iran terbaru menyoroti kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang tinggal menghitung hari. Namun, pejabat kedua negara saling berbalas ancaman di hari-hari terakhir. Di sisi lain, perundingan tahap kedua diproyeksikan akan berlangsung di Pakistan dalam waktu dekat.
Seturut Al Jazeera, Washington dan Teheran saling berbalas ancaman terbaru jelang berakhirnya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan. Hal ini meningkatkan kekhawatiran atas ketidakjelasan situasi perundingan damai kedua negara.
Ancaman terbaru Iran, di satu sisi, baru saja diucapkan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Dalam pernyataan terbarunya, Ghalibaf menyebut bahwa Iran siap menggunakan "kartu baru di medan perang".
Ancaman yang diungkapkan salah satu delegasi Iran dalam perundingan putaran pertama pada 11 April lalu itu disampaikan melalui unggahan X miliknya. Ancaman ini merespons penerapan blokade Selat Hormuz oleh Presiden AS Donald Trump.
"Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua minggu terakhir, kami telah bersiap untuk mengungkapkan kartu baru di medan perang," katanya.
Sementara Donald Trump, di sisi lain, juga melayangkan ancaman terbaru kepada Iran. Dalam pernyataannya untuk PBS News pada Senin, Trump menyebut "banyak bom akan mulai meledak" di Iran jika gencatan senjata berakhir tanpa kesepakatan.
"Mereka [Teheran] akan bernegosiasi, dan jika tidak, mereka akan menghadapi masalah yang belum pernah mereka lihat sebelumnya," kata Trump dalam program siaran radio konservatif John Fredericks Show.
Sementara kedua pejabat dari dua negara bermusuhan itu saling beradu ancaman, kejelasan terkait perundingan tahap kedua antara AS dan Iran di Pakistan masih diselimuti ketidakjelasan.
Sejumlah laporan menyebut delegasi AS telah berangkat ke Islamabad, namun Iran dilaporkan belum mengonfirmasi keikutsertaan mereka dalam negosiasi di Pakistan tersebut.
JD Vance Wakili AS, Araqchi Uraikan Hambatan Perundingan
Seturut laporan Axios, Wakil Presiden AS JD Vance diproyeksikan berangkat ke Pakistan pada Selasa (21/4/2026). Ia akan kembali memimpin delegasi AS dalam perundingan lanjutan dengan Teheran yang sebelumnya gagal mencapai kesepakatan.
Delegasi AS juga disebut masih beranggotakan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantu laki-laki sang Presiden AS, Jared Kushner. Ketiga delegasi ini sebelumnya turut menjadi perwakilan AS dalam perundingan tahap pertama pada 11 April lalu.
Sementara itu, negosiasi putaran kedua dijadwalkan berlangsung pada Rabu, meskipun ketidakpastian masih menyelimuti agenda tersebut. Iran dilaporkan masih belum memberikan sinyal kehadiran yang konkret.
Ketidakpastian itu disebut terjadi karena Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mendorong negosiator Iran untuk bersikap lebih tegas dengan AS, termasuk memastikan blokade AS atas Selat Hormuz dihentikan.
Selain dorongan dari IRGC, delegasi Iran juga dilaporkan belum bisa memberikan konfirmasi lantaran belum mendapatkan perintah dari pemimpin tertinggi. Perintah ini baru akan muncul pada hari ini.
Sebelumnya pada Senin (20/4), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menjelaskan hambatan yang selama ini jadi penghambat perundingan. Menurutnya, tindakan AS telah mempersulit tercapainya kesepakatan damai.
Dilaporkan media semi resmi Iran, Tasnim, Araghchi menjelaskan hambatan-hambatan tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Muhammad Ishaq Dar.
Dalam percakapan itu, Araghchi menyebut bahwa tindakan provokatif dan pelanggaran gencatan senjata oleh AS telah mempersulit tercapainya kesepakatan damai.
Araghchi juga mengatakan, serangan terhadap kapal komersial Iran selama blokade AS di Hormuz adalah salah satu bentuk hambatan tersebut. Selain itu, retorika yang mengancam dari Washington juga disebut sebagai hambatan bagi proses diplomatik.
"Araqchi menambahkan bahwa Republik Islam Iran akan membuat keputusan tentang bagaimana melanjutkan perundingan, dengan mempertimbangkan semua aspek," tulis laporan Tasnim.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































