Menuju konten utama

Apa Saja Berita Perang Iran terbaru Hari Ke-52?

Peristiwa perang Amerika-Iran terkini menempatkan kedua negara tersebut dalam ketidakpastian untuk berdamai setelah Selat Hormuz tetap diblokade AS.

Apa Saja Berita Perang Iran terbaru Hari Ke-52?
Kapal selam Iran baru, Ghadir, diresmikan dalam sebuah upacara di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas pada 8 Agustus 2010. AFP PHOTO/VAHID REZA ALAEI
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Update perang Iran hari ke-52 sejak pecah Perang Iran pada 28 Februari 2026 lalu, perundingan damai tahap kedua antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah dijadwalkan. Namun, situasi masih tak menentu usai Teheran menolak hadiri agenda tersebut.

Sebelumnya pada Minggu (19/4/2026), Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa putaran kedua perundingan AS-Iran akan dilaksanakan di Pakistan pada Senin (20/4/2026). Hal ini ia utarakan melalui sosial media miliknya, Truth Social.

"Wakil saya sedang berangkat menuju Islamabad, Pakistan-Mereka akan sampai di sana besok petang, untuk Negosiasi," tulis Trump pada Minggu.

Akan tetapi, peluang terjadinya perundingan tahap kedua antara Washington dan Teheran tampaknya masih belum pasti terjadi dalam waktu dekat. Teheran menyatakan enggan mengirimkan delegasi ke agenda tersebut.

Dilansir dari media semi resmi Iran, Tasnim, Teheran menyatakan masih belum memutuskan untuk mengirimkan delegasi ke Islamabad dalam waktu dekat. Dalam laporan yang dirilis Minggu itu, Iran disebut tak mau ikut perundingan tahap dua karena blokade yang sedang diterapkan AS.

"Tim negosiasi Iran telah menggarisbawahi bahwa selama deklarasi Presiden AS Donald Trump mengenai blokade angkatan laut terhadap Iran masih berlaku, tidak akan ada negosiasi," tulis media tersebut.

Seturut Al Jazeera, Teheran juga menyatakan keengganannya untuk terlibat dalam upaya perdamaian tahap kedua karena retorika yang mengancam dari Trump serta perubahan posisi Washington dan "tuntutan yang berlebihan" dari mereka.

Namun, di sisi lain, Trump menyebut bahwa tuntutan yang ia bawa ke Islamabad adalah tawaran "yang sangat adil dan masuk akal". Ia menyatakan hal itu sembari memberikan ancaman baru ke Iran.

"Saya harap mereka menerimanya karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran," tulis Trump.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif baru-baru ini membuat pernyataan bahwa ia telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Menurutnya, ia telah membicarakan konflik di Teluk dan percakapan terbaru dengan pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Turki.

Situasi tak menentu dalam upaya diplomasi juga tampak terjadi di Selat Hormuz. Komandan militer gabungan Iran, Khatam al-Anbiya, telah menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menembak kapal Iran di Teluk Oman dan bersumpah akan membalas.

Apa yang disampaikan Khatam al-Anbiya itu tampaknya merupakan peristiwa yang diumumkan Trump sebagai keberhasilan blokade. Melalui Truth Social, Trump menyebut bahwa angkatan laut AS baru saja memblokade sebuah kapal berbendera Iran yang hendak keluar perairan Hormuz.

Trump menyebut bahwa kapal tersebut enggan menanggapi peringatan AS sehingga pasukan AS menghentikan kapal dengan membuat lubang di ruang mesinnya.

"Marinir AS memegang kendali atas kapal tersebut ... dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya," tulis Trump pada Senin dini hari waktu Indonesia.

Ketegangan juga berdampak pada pelayaran kapal negara-negara lain di Hormuz. Iran tampaknya telah berupaya untuk kembali menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas blokade AS.

Perusahaan Prancis, CMA CGM, telah mengonfirmasi bahwa ada "tembakan peringatan" yang dilepaskan ke salah satu kapal mereka di Selat Hormuz pada Sabtu (18/4) lalu.

Iran Eksekusi Agen Mossad, Argentina Dukung Israel

Sementara itu, di daratan Iran, Teheran dilaporkan baru saja mengeksekusi dua orang yang dihukum karena bekerja sama dengan badan intelijen Mossad Israel. Berita eksekusi ini dirilis media lokal Mizan pada Minggu.

Ketika berakhirnya perang masih diselimuti kabut ketidakpastian, Presiden Argentina Javier Milei memilih untuk mengungkapkan dukungan ke Israel.

Dalam kunjungan terbarunya ke negara Zionis itu pada Minggu, Milei menyebut bahwa perang gabungan AS-Israel ini adalah "hal yang benar untuk dilakukan". Politisi sayap kanan Argentina itu juga menyebut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai "organisasi teroris".

Milei mengungkapkan dukungannya itu sembari meresmikan Kesepakatan Isaac, sebuah perjanjian antara Argentina-Israel untuk memperluas hubungan Israel dengan negara-negara Amerika Latin.

Tentara Israel Tetap Siaga di Perbatasan Lebanon

Sementara para politisi di Tel Aviv menandatangani perjanjian dengan Argentina, militer Israel melarang penduduk Lebanon selatan untuk mendekati perbatasan dekat Sungai Litani. Israel menyatakan bahwa tentara Zionis mereka masih bersiaga di sana.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga mengatakan bahwa militer Zionis di Lebanon tetap akan disiagakan dengan "kekuatan penuh" di Lebanon. Menurutnya, hal ini tetap dilakukan Israel meskipun ada kesepakatan gencatan senjata.

Militer Israel juga baru saja mengakui bahwa gambar yang menampilkan seorang tentara Zionis tengah merusak patung Yesus Kristus di Lebanon adalah asli. Mereka mengakui bahwa pelaku dalam foto adalah salah satu pasukannya.

Sebelumnya, sebuah foto viral di internet memperlihatkan seorang tentara Israel sedang memukul patung Yesus yang terbalik dengan palu godam. Foto ini telah memicu kemarahan secara meluas.

Situasi di Lebanon juga membuat Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam di Paris pada Selasa (21/4/2026) mendatang. Pertemuan ini dilakukan pasca pembunuhan seorang kontingen Unifil asal Prancis di Lebanon selama masa gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan Hizbullah.

Ketidakjelasan yang tergambar dalam situasi politik di sekitar Iran juga tergambar di pasar energi. Harga minyak dunia kembali mengalami lonjakan pada Senin, menyusul peningkatan permusuhan di Asia Barat. Namun, pasar saham dilaporkan terus menguat.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar