tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV pada 2025 yang hanya mencapai 5,39 persen secara tahunan (year on year/YOY) lebih rendah daripada pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan.
"Ini lebih rendah dari perkiraan saya atau janji saya. Saya kan maunya [pertumbuhan ekonomi] 5,6 atau 5,6 atau 5,7. Jadi, harusnya 5,5 lah," ucapnya di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).
Meski demikian, ia mengeklaim bahwa nilai pertumbuhan tersebut menandakan perekonomian Tanah Air yang sudah membaik. Pasalnya, menurut Purbaya, 5,39 persen itu menjadi pertumbuhan ekonomi triwulan IV yang terbaik dalam beberapa tahun ke belakang.
Dengan adanya capaian tersebut, Purbaya berharap pertumbuhan ekonomi 2026 dapat dicapai lebih tinggi. Rencananya, ia akan meminta kementerian/lembaga untuk membelanjakan anggaran masing-masing.
"Saya harapkan tahun ini akan lebih baik lagi. Ini saya akan lebih banyak jalan-jalan ke kementerian/lembaga supaya belanja mereka tepat sasaran," tutur dia.
Dalam kesempatan itu, Purbaya turut menanggapi nilai pertumbuhan konsumsi triwulan IV yang disebut sudah lebih meningkat daripada periode sebelumnya. Ia mengingatkan, pertumbuhan konsumsi hingga Agustus 2025 berjalan dengan lambat.
"Kalau kita lihat kan sebetulnya sampai bulan Agustus tahun lalu konsumsi melambat sekali, pasti karena ekonominya melambat. Kita perbaiki sedikit di triwulan keempat dan kelihatan dari indeks konsumen naik," urai Purbaya.
Sebagai informasi, BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan. Pertumbuhan ekonomi itu lebih kuat dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar 5,02 persen.
Sementara di sepanjang tahun 2025, ekonomi Indonesia berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp13.580,5 triliun. Dengan demikian, secara kumulatif ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































